Social Items

Konten Viral Lebih Banyak Manfaat atau Bahayanya?

Apa sebenarnya maksud dari kata "Viral"?

Viral diadaptasi dari kata "Virus" yang dalam definisinya berarti "disebabkan oleh virus". Dalam istilah medis digunakan untuk menjelaskan sesuatu berukuran super kecil yang dapat menginfeksi mahluk hidup dan dapat menjadi penyebab suatu penyakit atau gangguan kesehatan terhadap organisme yang terinfeksi.

Di internet bukan definisi itu yang dimaksud, melainkan sebuah konten yang dapat menyebar bagai virus dan dapat menyebabkan seseorang "terpengaruh" ketika melihat isi konten tersebut. Saking terpengaruhnya sampai - sampai seperti "terinfeksi" virus informasi yang dilihat atau dibacanya pada sebuah konten.

Dalam perang informasi dunia ciber masa kini, menjadi viral berarti "sesuatu" sebab informasi yang disebar luaskan baik berupa berita, video blog ataupun curahan hati yang diupload atau diunggah melalui sebuah portal atau berbagai jejaring sosial akan menjadi konsumsi masal atau publik.

Makna "sesuatu" ini sangat penting, apakah nantinya konten yang viral bermanfaat untuk publik atau justru malah berbahaya. Dalam situasi kini, sikap kritis publik menanggapi sesuatu yang viral sangat diperlukan. Ini artinya selalu berpikir cerdas untuk sebuah jawaban dari pertanyaan kritis seperti:

Untuk tujuan apa sesuatu diviralkan dan siapa yang paling diuntungkan?

Untuk tujuan apa?

Kira - kira untuk tujuan apa sesuatu diviralkan? Sebab tidak mungkin sesuatu dibuat, diupload atau diunggah begitu saja tanpa ada motif dibaliknya atau hanya sekedar iseng, walaupun yang hanya berlatar belakang iseng dan mumpung viral lantas dimanfaatkan juga memang ada.

1. Kepentingan bisnis

Memanfaatkan berita atau video blog viral sebagai komoditas bisnis untuk mendapatkan keuntungan finansial melalui media periklanan adalah hal yang wajar - wajar saja, semasih berita atau video yang berhasil diviralkan mengedukasi publik.

Maksudnya adalah tidak sembrono menyebar luaskan sesuatu hingga buming atau heboh hanya untuk menarik atensi dan membuat publik menjadi salah paham demi sebuah keuntungan finansial.

Beberapa situs atau portal berita yang paling dekat dengan Anda yang ketika diakses dibagian kanan judul atau logo situs, di bawah menu navigasi utama, di bagian kiri dan kanan post body, di bawah judul artikel, di tengah atau di bagian akhir artikel menampilkan banner iklan tertentu berarti situs atau portal tersebut memanfaatkan berita atau video viral sebagai kepentingan bisnis.

Kenapa memanfaatkan berita atau video viral sebagai kepentingan bisnis?

Sebab sangat banyak menarik kunjungan sehingga peluang pengunjung yang berminat dengan iklan semakin banyak. Konversi klik atau actionnyapun berpotensi memberi banyak pemasukan ke rekening Bank atau akun penayang iklan.

Situasinya sekarang, kita adalah seorang "bloggers" dan berharap tidak hanya membuat konten tapi juga mempromosikannya, dan sekarang ini sebagian besar dari kita dibayar melalui traffic atau lalulintas pengunjung yang kita bangun. Kiri Blakeley dalam Forbes: 2011.

Jadi, sangat masuk akal dan beralasan kenapa sebuah konten dibuat dan dipromosikan hingga sedemikian rupa yaitu untuk memberikan publik informasi dan untuk alasan ekonomi.

2. Kepentingan politik 

Sebagai kepentingan politik, konten viral biasa digunakan untuk menurunkan popularitas lawan politik oleh kelompok atau oknum tertentu, terutama saat menjelang atau memasuki atau di tahun - tahun politik. Situasi di saat - saat seperti ini memang akan panas dan kian memanas.

Biasanya konten - konten yang digunakan untuk menarik perhatian dan simpati publik tidak lain yaitu isu bermuatan SARA, hoax, video yang diedit kemudian disebar luaskan untuk memancing ketidak senangan, rasa cemas atau kemarahan publik terhadap salah satu pasangan calon peserta pemilu.

Masyarakat atau publik yang kurang memahami cara - cara curang seperti ini akan dengan sangat mudah dimanfaatkan atau diprovokasi oleh para oknum yang berkepentingan dalam hal ini.

Jika berhasil, maka isu - isu SARA, hoax, hasutan kebencian atau video yang telah dirubah dan disebar luaskan untuk menjatuhkan lawan atau pesaing politik akan terus bermunculan menjelang apalagi di tahun - tahun politik.

Memanfaatkan konten viral seperti ini sebagai kepentingan politik jelas sangat berbahaya karena berpotensi memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa khususnya yang berada dalam konteks kemajemukan.

3. Bisnis - politik

Kepentingan yang satu ini biasanya dimiliki oleh dua belah pihak yaitu pihak yang menyediakan jasa untuk mengolah isu SARA, hoax atau hasutan kebencian atau video sebagai komoditas bisnis. Sementara yang lainnya adalah pihak yang menggunakan jasa mereka untuk kepentingan politik.

Pihak pengguna hanya tinggal memesan isu yang akan digunakan untuk tujuan tertentu dengan memberi imbalan berupa sejumlah uang, selebihnya adalah tugas penyedia jasa untuk membuatnya menjadi viral.

Penyedia jasa semacam ini tidak pilih - pilih pihak mana yang memesan jasa mereka, entah pihak "A" yang memesan jasa mereka untuk menyerang pihak "B" atau sebaliknya pihak "B" yang memesan untuk menyerang balik pihak "A". Satu - satunya yang mereka perdulikan adalah imbalan atau upah yang mereka terima.

Intinya adalah penyedia jasa ini membaca peluang dari sebuah kepentingan politik sebagai komoditas bisnis. Tidak perduli apa atau siapa yang harus dikorbankan.

Siapa yang paling diuntungkan?

Bicara masalah siapa yang paling diuntungkan, setelah membaca tentunya kalian sudah tahu. Ada kalanya pelaku bisnis informasi dan publik sama - sama diuntungkan, ada kalanya juga publik hanya menjadi batu loncatan sekaligus korban politik atau bisnis - politik dan terakhir yang paling diuntungkan hanyalah satu pihak saja.

Siapa yang paling sering menjadi korban? Tentu saja pihak yang paling mudah dimanfaatkan atau paling rentan diprovokasi. Siapakah itu?

Bagaimana sesuatu bisa viral?

Kita tidak pernah tahu jika "ini" akan viral dan yang "ini" tidak. Walau begitu, pasti ada penyebabnya, tapi kira - kira apa?

Elise Moreau dalam Lifewire : 2018 menyatakan bahwa:

Di internet sebuah konten dapat menyebar ibarat virus jika orang - orang "terinfeksi" ketika melihatnya, infeksi tersebut biasanya datang dari pancingan emosi yang memacu mereka membagikannya, sehingga mereka dapat terhubung satu sama lain dan membahas tentang bagaimana perasaan mereka.

Ini berarti, ketika orang - orang dalam kelompok tertentu merasa tersanjung karena sebuah isu yang mereka lihat atau baca akan membagikannya sebab merasa senang atau kagum dan orang - orang yang ikut merasakan perasaan yang sama juga turut membagikannya untuk berbagi rasa suka cita dan seterusnya begitu hingga viral atau jumlah sharenya meledak.

Demikian pula halnya dengan orang - orang yang merasa tersakiti hati nuraninya karena sebuah konten, lalu membagikannya kepada orang lain dan orang - orang yang ikut merasakan perasaan yang sama pula tentu juga ada yang marah bukan kepalang, kesal dan lain sebagainya. Sebagai ungkapan kemarahan atau kekesalannya itu, konten akan terus menerus dan silih berganti dibagikan hingga dalam hitungan menit "Boom", virallah jadinya.

Basis kekuatan viral


Sosial Media adalah Basis Kekuatan Konten Viral

Tanpa bantuan sosial media, akan sangat sulit membuat sesuatu menjadi viral. Namun zaman sekarang, kita secara otomatis terhubung satu sama lain melalui facebook, twitter, linkedin, instagram, pinterest, what's up, line, messenger, tumbler, glip dan lain sebagainya. Ini semualah yang mempermudah kita dalam berbagi sesuatu kepada teman, keluarga dan para pengikut kita yang lain di media sosial.

Bagi mereka yang akun media sosial memiliki banyak sekali koneksi atau pengikut sampai ratusan ribu atau bahkan jutaan maka akan lebih mudah lagi membuat sesuatu menjadi viral.

Konten positif atau negatif lebih viral yang mana? 

Menurut studi para Professor di Universitas Pennsylvania menyebutkan bahwa:

Konten yang memicu emosi "gairah tinggi" kinerjanya lebih baik bila dibagikan secara online, apakah emosi tersebut positif (kekaguman) atau negatif (marah atau cemas). Sedangkan konten yang memicu emosi "gairah rendah" (kesedihan) kurang viral. Jonah Berger dan Katherine L. dalam Deborah Lee dalam Forbes : 2014.

Milkman dalam Deborah Lee dalam Forbes : 2014, pengamat sifat virus artikel New York Times menyatakan bahwa:

Konten positif lebih viral daripada konten negatif.  


Kesimpulan 

Isu - isu yang beredar di internet bisa saja bermanfaat dalam artian mengedukasi atau menghibur. Namun ada juga yang berbahaya sampai - sampai bisa memecah belah persatuan sebuah bangsa dan mengancam kesatuan suatu Negara.

Satu - satunya yang bisa dilakukan adalah berpikirlah dengan cerdas, bertindaklah dengan bijak. Jangan mau terus - terusan jadi korban, pikirkan masa depan generasi muda, anak dan cucu kita.

Keberadaan situs dan berbagai media sosial yang digunakan sebagai media untuk menyebarkan konten viral tidak bisa sepenuhnya disalahkan dalam hal ini sebab itu hanyalah sebuah media, ibarat kertas putih dan masih kosong yang bergantung pada pemiliknya.

Terimakasih telah membaca artikel kami: Viral Bermanfaat atau Berbahaya?

Apakah artikel ini membantu?

Mari berdiskusi.


Viral Bermanfaat atau Berbahaya?

Perbedaan riset kata kunci antara Google Adwords Keywords Planner dan Bing Keywords Research

Jika paham tentang SEO pastilah paham korelasinya dengan riset kata kunci. Pemahaman tentang SEO dapat mengantarkan laman situs Anda ke posisi di mana para petualang internet dengan mudah menemukannya. Riset kata kunci akan membantu prediksi jumlah atau banyaknya kunjungan ke sebuah laman melalui kemunculan atau popularitasnya dalam penelusuran kata atau frase kunci.

Walau begitu, tak selamanya kemunculan kata atau frase kunci dan popularitas dalam penelusuran yang ditunjukkan keywords research tool seiring dengan jumlah kunjungan ke laman situs Anda atau bahkan prediksinya sama sekali tidak sesuai.

Faktanya, pada beberapa alat yang digunakan untuk meriset kata kunci juga tidak menunjukkan kesamaan angka sehubungan dengan prediksi popularitas atau kemunculan kata kunci yang sama dalam penelusuran. Contohnya saja Google Adwords Keyword Planner dan Bing Keywords Research.

Perbedaan keduannya terkait prediksi popularitas atau prediksi kemunculan beberapa kata kunci yang sama dalam penelusuran menunjukan perbedaan angka yang cukup mengejutkan. Berikut data perbandingannya:

Penelusuran popularitas kata kunci menurut Google Adwords Keyword Planner

Penelusuran popularitas kata kunci menurut Google Adwords Keywords Planner

Popularitas kata kunci yang sama menurut Bing Keywords Research

Popularitas kata kunci menurut Bing keywords research

Dari perbandingan tersebut kita bisa melihat bahwa beberapa kata kunci yang sama memiliki tren pencarian dengan jumlah tertentu dalam kolom riset kata kunci. Bertolak belakang dengan hal tersebut, beberapa kata kunci yang sama pula menunjukkan tren pencarian yang lebih sedikit bahkan tidak memiliki tren pencarian sama sekali atau nol.

Bedanya sangat jelas terlihat, tapi bagaimana itu bisa terjadi?

Tidak ada maksud untuk mendiskreditkan salah satu toolbox riset kata kunci yang digunakan untuk membandingkan jumlah tren pencarian kata atau frase kunci tertentu. Lagi pula tren pencarian bisa berubah setiap saat.

Solusi yang bisa saya sarankan adalah lakukan riset kata kunci menggunakan beberapa toolbox keywords research untuk menemukan kata kunci dengan tren pencarian yang lebih stabil.

Sebagai tambahan, selain menggunakan Google Adwords Keyword Planner dan Bing Keywords Research, Anda juga bisa menggunakan SEMrush Keyword Magic untuk membandingkan tren pencarian sebelum menentukan kata atau frase kunci yang akan digunakan.

Kesimpulan

Tiap - tiap toolbox keywords research akan menampilkan tren pencarian yang berbeda - beda dan tidak menutup kemungkinan ada pula kesamaannya atau bahkan sangat jauh berbeda. Sekarang semua tergantung bagaimana cara kita memanfaatkannya. Tetap bersyukur kita masih bisa menggunakannya dengan gratis.

Riset Kata Kunci: Bedanya Google Adwords dan Bing

Gambar Ilustrasi SEO untuk Artikel Blog

Gambar ilustrasi SEO adalah media yang mengilustrasikan atau memvisualisasikan isi bacaan tertentu suatu situs web secara visual melalui perantara gambar yang di dalamnya ada berbagai macam aspek sebagai daya atau upaya pengoptimalan fungsi dan peranannya dalam artikel situs ataupun dalam mesin penelusuran seperti:
  • Kesesuaian gambar
  • Kelola tata letaknya
  • Ukuran gambar
  • Properti gambar
  • Teks gambar
  • Nama file gambar
  • Format gambar
  • Sitemap gambar

1. Kesesuaian gambar

Gambar SEO yang mumpuni adalah yang mampu membuat mesin telusur paham bahwa apa yang tergambar dalam gambar ilustrasi juga menggambarkan kesesuaian atau keserasian dengan apa yang akan dijelaskan dalam artikel dan jangan sesekali membuat mesin telusur dibingungkan dengan keberadaannya.

Google dalam Panduan Penayangan Gambar memberitahukan pernyataan yang sama dalam hal ini:

Mesin telusur bisa kebingungan karena ketidak sesuaian gambar yang dipakai.

Andaikan kita memakai gambar orang menggunakan perlengkapan diving sebagai gambar ilustrasi artikel cara melatih hewan peliharaan di rumah (Bull Dog). Kalau boleh, mungkin mesin telusur akan bertanya: mau kemana?

Kita termasuk saya juga terlalu menganggap remeh atau meremehkan hal semacam ini: yang penting sudah ada gambar ilustrasi, atau syukur - syukur sudah diisi gambar ilustrasinya, kalau tidak memangnya kenapa?

Perlu kita ketahui bahwa:

Dengan adanya gambar dapat membuat artikel menjadi lebih hidup dan dapat memberikan kontribusi terhadap SEO artikel.
 (Heijmans Michiel dalam Image SEO: Optimizing Images for Search Engines).

Kembali ke masalah penggunaan gambar, kalau hanya mengira mengisi gambar ilustrasi sebagai formalitas saja membuat kolom dalam daftar SEO tercentang, seperti halnya saat pergi berbelanja kita membawa daftar barang belanjaan, apa yang sudah dibeli biarpun salah beli diberi tanda centang, maka kita sungguhlah keliru.

Oleh karena itulah penyesuaian gambar ilustrasi dengan apa yang akan diceritrakan dalam artikel itu perlu, mengantisipasi seandainya artikel tidak berdaya dalam bersaing, paling tidak gambar ilustrasinya bisa muncul dalam telusuran laman gambar Google. Terlebih lagi jika gambarnya mengundang 'klik', kita bisa mendapatkan tayangan laman melalui gambar.

Sebagai pengalaman, saya pernah menulis sebuah artikel dengan kata kunci 'bercintalah', sayangnya daya artikel tersebut kurang memadai dan hanya mampu berada di halaman dua Google. Beruntung gambar ilustrasinya berdaya lebih baik dan muncul dalam telusuran laman gambar.

Gambar SEO yang muncul dalam telusuran laman gambar Google

2. Tata letaknya

  • Sesudah judul artikel
Letak gambar SEO sesudah judul artikel

Apakah ini letak gambar ilustrasi yang paling tepat dan benar untuk memberikan pengalaman pengguna terbaik atau praktek SEO terbaik dalam penempatan gambar ilustrasi blog? Entahlah, Google hanya menyatakan:

Not all users scroll to the bottom of a page, so consider putting your images high up on the page where it can be immediately seen.

Tidak semua pengguna melihat hingga kebagian terbawah sebuah laman, jadi pertimbangkan untuk meletakkan gambar - gambar (ilustrasi) di bagian paling atas halaman di mana gambar dengan segera dapat dilihat. 

 Ini boleh diartikan bahwa setelah penulisan judul, disusul pengunggahan dan penempatan gambar, setelah itu barulah artikel mulai dituliskan dari paragraf pembukaan, isi dan paragraf penutup. Dalam penerapannya ada beberapa yang mengikuti, sementara yang lain mungkin berbeda pendapat atau pemahaman.

Saya secara pribadi cenderung lebih setuju dengan tata letak gambar ilustrasi yang seperti ini. Membiarkan pengunjung lebih fokus melihat gambar terlebih dahulu tanpa terganggu dengan paragraf pembuka artikel. Lagi pula, pembahasan umum artikelkan dapat dibahasakan melalui gambar ilustrasi. Biarkan gambar melakukan tugasnya dengan baik lebih dulu.

  • Sesudah paragraf awal artikel
Letak gambar SEO sesudah paragraf awal artikel

Yang begini paling sering kita temukan dalam penempatan gambar ilustrasi yaitu setelah barisan beberapa kalimat dalam paragraf pembuka. Tujuannya adalah supaya mesin telusur merayapi paragraf pembuka tersebut terlebih dulu, tentu harapannya beserta kata atau frase kunci yang disembunyikan dan kemudian pesan yang ingin disampaikan melalui ilustrasi gambar.

Untuk membuat gambar ilustrasi tetap mudah terlihat atau dilihat pengguna, paragraf awal artikelnya dipersingkat sehingga membuat pengalaman penggunanya masih bisa dibilang baik. Bahkan cara ini disebut - sebut sebagai tata letak yang ideal oleh beberapa kalangan webmaster. Terkait dengan hal ini, saya juga melakukan beberapa uji coba sebagi perbandingan.

Memang benar bahwa gambar ilustrasinya juga bisa langsung terlihat, hanya saja ketika tanpa disengaja kita menuliskan paragraf awalnya terlalu panjang maka gambar akan bergeser lebih ke bawah dan barulah bisa dilihat sepenuhnya ketika pengguna melakukan scrolling ke bagian bawah.

  • di sebelah kiri area artikel
Letak gambar SEO di area atau sisi kiri artikel
Tata letak gambar ilustrasi yang seperti ini tidak begitu banyak diterapkan oleh para webmaster, hanya beberapa saja. Dalam hal SEO tentu tata letaknya juga baik, dalam artian: ya SEO juga. Paragraf pembukanya dapat langsung terlihat di sisi kanan dan gambar ilustrasinya di sisi kiri.

Kemungkinan saja ada hubungannya dengan fokus penglihatan pembaca yang katanya cenderung lebih nyaman ke sisi kiri.Namun, dengan dibaginya area artikel dibagian kiri untuk mengisi gambar ilustrasi tentu akan memaksa gambar menjadi lebih kecil dan menjadikan paragraf pembuka di area kanannya dipaksakan untuk menyesuaikan dengan lebar area yang tersisa hingga mengisi area bawah gambar.

Mungkin yang perlu dipikirkan adalah bagaimana caranya agar paragraf awal tidak menyeberang atau melompat sampai ke bawah gambar ilustrasi dan keseimbangan lebar antara area gambar dan area paragraf pembukaan artikel sehingga fokus penekanan keduanya bisa seimbang secara bersamaan.

  • di sebelah kanan area artikel
Letak gambar SEO di area atau sisi kanan artikel
Variasi letak gambar ilustrasi ini sangat - sangat jarang saya temukan, dan dalam hal seo mungkin sama dengan tata letak gambar ilustrasi di sebelah kiri area artikel, hanya tata letak gambar dan area paragraf pembuka yang membedakannya.

3. Ukuran gambar

  • Dimensi
Mengenai dimensi gambar, ada beberapa yang saya temukan di beberapa situs terkemuka baik lokal maupun luar negeri yang salah satu diantaranya memungkinkan menjadi ukuran gambar kita.

Dimensi:

1200 x 628 pixels = 971 kb
600 x 470 pixels = 105 kb
750 x 462 pixels = 131 kb
620 x 388 pixels = 89.5 kb
640 x 340 pixels = 43.2 kb
320 x 199 pixels = 21.0 kb

  • Ukuran file gambar
Ukuran file gambar 21.0 kb untuk dimensi 320 x 199 pixels memang sedikit agak ringan dan biaya downloadnya pun lebih murah secara matematis dalam perhitungan kuota internet. Namun bukan berarti semua webmaster setuju menggunakan ukuran file gambar seukuran ini.

Di sisi lain, penggunaan ukuran file gambar yang lumayan fantastis akan sangat memengaruhi kecepatan pemuatan situs. Untuk itu, perkecil ukuran file gambar menggunakan Image Optim atau situs lainnya seperti JPEGMini, PunyPNG atau Kraken.io. Dan jika ingin belajar lebih banya tentang teknik kompres gambar silakan kunjungi halaman Wekipedia atau WebP compression techniques whitepaper.

4. Properti gambar

  • Judul teks dan alternatif teks
Pengisian judul tes dan alternatif teks sangatlah penting yaitu untuk memberi gambaran umum isi artikel melalui sebuah file gambar. Atribut ini akan menjelaskan kepada Google kenapa sebuah gambar digunakan sebagai gambar ilustrasi di dalam artikel. Berikut beberapa contoh penerapan atribut alt gambar:

Kurang baik:

<image src="gambar seo.png" alt=""/>

Lebih baik:

<image src="gambar seo.png" alt="gambar seo"/>

Terbaik:

<image src="gambar seo.png" alt="gambar ilustrasi seo untuk artikel blog"/>

Hindari:

<image src="gambar seo.png" alt= "gambar seo ilustrasi seo artikel seo jasa buat gambar seo buat ilustrasi artikel seo gambar ilustrasi seo"/>

Catatan penting:

Kurang baik: sebab alternatif teks (alt teks) dibiarkan kosong.

Lebih baik: alternatif teks paling tidak sudah terisi walaupun hanya sekedar menulis ulang teks judul ke dalam kolom alternatif teks sehingga kesannya mengulangi kata kunci.

Terbaik: sebab yang namanya alternatif teks harus menggunakan pilihan teks lain sebagai optional yang setidaknya tidak sama persis dengan judul teks gambar. Tujuannya adalah ketika Google tidak bisa memahami pesan gambar melalui judul teksnya maka alternatif teks yang akan membantu Google memahaminya.

Hindari: alasan kenapa ini harus dihindari yaitu kata kunci yang tertumpuk - tumpuk dalam kolom alternatif teks. Google tidak suka keyword stuffing.

Model penerapan yang dijelaskan sudah dalam bentuk atau mode HTML atau seperti itulah jadinya kalau nantinya judul teks dan alternatif teksnya diisi dalam properti gambar jika dilihat dalam mode HTML.

5. Format rata gambar

Dalam hal kesejajaran atau format rata gambar, saya mencoba untuk tidak menyamakan format rata gambar dengan format rata tulisan atau paragraf yang menggunakan align text left ( teks rata kiri) sebab biar bagaimanapun teks dan gambar sangat jelas berbeda.

6. Caption gambar

Caption adalah teks yang menemani gambar dan terletak di bagian bawahnya. Caption tiap - tiap gambar tidak diharuskan untuk diisi, tapi jika dengan mengisi captionnya Anda merasa akan bermanfaat bagi pengguna maka isilah, tapi jika tidak, tidak usah diisi.

7. Nama file gambar

Sesudah berhasil membuat atau mengedit gambar yang akan digunakan sebagai ilustrasi artikel apa yang seharusnya kita lakukan?

Tepat sekali, Save As. Tapi sebelum itu, untuk membuat gambar menjadi SEO maka nama file gambar perlu diisi dengan benar dan di sini sekaligus menjadi tempat peletakan kata atau frase kunci untuk pertama kalinya bahkan sebelum gambar tersebut diunggah ke dalam artikel.

Misalkan nama file gambarnya adalah gambar-seo-untuk-ilustrasi-artikel-blog.png akan memberi petunjuk deskriptif yang lebih baik tentang apa yang akan disampaikan melalui gambar dari pada nama filenya ACGCGAC120.png yang bahkan tidak bisa memberikan gambaran apapun tentang gambar baik untuk Google maupun pengguna.

Apabila gambar yang akan digunakan dalam artikel lebih dari satu, maka akan lebih baik lagi jika kita menyimpannya ke dalam satu folder dengan nama folder yang deskriptif pula, misalnya file gambar untuk gambar artikel SEO.

8. Format gambar

Format gambar yang paling umum dan biasa digunakan yaitu GIFT, PNG dan JPEG dan memilihnya pun disesuaikan dengan kebutuhan atau format mana yang dirasa cocok.

Jika lebih senang dan memerlukan animasi maka format GIFT akan jadi pilihan yang tepat. Jika ingin mempertahankan detail gambar dengan resolusi yang tinggi maka pemilihan format PNG akan sangat bagus. Namun jika lebih memilih mengoptimalkan foto, screenshot atau sejenisnya maka pilihlah format JPEG.

9. Sitemap gambar

Fungsi sitemap gambar xml mirip dengan sitemap post xml. Jika sitemap post xml digunakan untuk memberitahukan Google artikel apa saja yang sudah disebar luaskan untuk kemudian diindeks maka sitemap gambar xml difungsikan agar Google mengetahui lebih banyak informasi tentang gambar yang digunakan pada halaman dan peluang bisa terindeksnya gambar lebih besar.

Kesimpulan

Ada beberapa aspek yang perlu dilakukan untuk mengoptimalkan fungsi dan peranan gambar dalam artikel seperti kesesuaian gambar ilustrasi, tata letak, ukuran file gambar, properti, align gambar, nama file, format dan sitemap gambar.

Gambar SEO untuk Ilustrasi Artikel Blog

Menulis Artikel SEO Seperti Menulis Essay


Artikel SEO berarti artikel yang menurut penilaian atau penjurian Google pantas atau layak mengamankan posisinya untuk bertengger atau nangkring di urutan # 1 dan di halaman # 1 berdasarkan kesesuaian kata atau frase kunci dan hasil uji kualitasnya dalam berbagai hal baik on page atau off page.

Asal menulis artikel atau posting saja tidaklah cukup, apalagi zaman sekarang yang katanya zaman now pastinya kompetisi kian menantang, bukan hanya di dunia real saja, tapi juga di internet. Nulis atau postingnya apa saja sih sudah betul, tapi ya setidak - tidaknya jangan ngasal sampai sebegitunya. Mana ada blogger sukses usahanya asal - asalan, "nulis ga nulis yang penting posting".

Untuk itu, mari perlahan - lahan kita coba penulisan artikel SEO yang nampak mudah dengan gaya essay.

Artikel SEO seperti essay itu yang bagaimana?

Beberapa pakar ada yang berpendapat bahwa artikel SEO yang baik itu minimal terdiri dari 500 kata, lebih dari itu pastinya lebih baik. Jika jauh lebih pendek atau kisarannya hanya kurang lebih 150 kata itu bukan essay tapi paragraf, sedangkan essay panjangnya bisa mencapai kurang lebih 500 kata yang terdiri dari beberapa paragraf. Ini selaras dengan Karim dan Rachmadie yang menyatakan bahwa:

A paragraph usually consists of approximately 150 words while an essay of more or less 500 words. A paragraph writting consists of just one paragraph while an essay writting consists of severals paragraphs.

Kalau memang seperti itu, maka ada beberapa bagian yang perlu dicermati dalam penulisan artikel SEO yang baik untuk Google maupun untuk pembaca. Oshima (1981: 77) dan Langan (1986: 10) dalam Karim dan Rachmadie membagi sebuah essay menjadi tiga bagian utama yaitu paragraf pembuka, inti atau badan essay dan penutup atau kesimpulan.

Nah, di dalam tiga bagian essay tersebut kita dapat dengan leluasa menyematkan fokus kata atau frase kunci yang sesuai. Seperti itulah kiranya artikel SEO yang dimaksud, fokus kata atau frase kuncinya terpenuhi dan standar minimal essaynya juga terpenuhi.

1. Paragraf pembuka


Dalam penulisan artikel SEO tentu ada paragraf pembuka sama halnya pada sebuah essay. Paragraf pembuka musti diawali dengan beberapa kalimat yang dapat menarik minat pembaca dan di dalamnya ada ide utama atau controlling idea yang akan dikembangkan ke dalam sebuah essay. Misalkan judul artikelnya seperti ini:

Kelebihan dan Kekurangan Hidup di Abad ke 12

Maka thesis statement dalam paragraf pembukanya seperti ini:

I. Hidup di abad ke 12 menawarkan kelebihan tertentu seperti standar hidup yang lebih tinggi, tetapi  juga memiliki beberapa kekurangan, seperti polusi lingkungan dan melemahnya nilai - nilai spiritual.

Sebagai kelebihan hidup di abad ke 12 dalam thesis statement adalah standar hidup yang lebih tinggi, sementara kekurangannya adalah polusi lingkungan dan melemahnya nilai - nilai spiritual.

Tiga point - point pendukung utama tersebut masih sangat umum dan masih bisa dibagi menjadi beberapa sub - sub point yang lebih sempit lagi untuk dijelaskan di dalam badan paragraf sehingga nantinya artikel bisa menjadi lebih panjang dan peluang menyematkan fokus kata atau frase kunci juga lebih banyak supaya artikel menjadi lebih SEO. Selain itu, cara ini sangat cocok untuk menyiasati trend artikel panjang.

Thesis statement dalam paragraf pembuka memegang peranan yang sangat penting bagi sebuah artikel karena yang ada di dalamnya adalah ide utama atau fokus essay yang berfungsi sebagai pemandu untuk pembaca sebab topik dan point - point yang akan dibahas di dalamnya disebutkan dengan jelas. Yang tidak kalah penting, jangan lupa untuk menyematkan fokus kata atau frase kunci di awal atau di tengah atau dibagian akhirnya, dan kalau bisa, apa yang menjadi ide utama atau fokus essaynya adalah kata atau frase kunci itu sendiri.

2. Inti atau badan essay

Beberapa essay setidak - tidaknya punya dua point - point pendukung yang panjangnya dikembangkan lebih dari dua paragraf - paragraf terpisah yang disebut inti atau badan essay.

Seperti dalam thesis statement atau thesis sentence ada tiga ide utama atau fokus dalam Kelebihan dan Kekurangan Hidup di Abad ke 12 yang masih sangat umum menjadi lebih sempit lagi seperti dalam draft atau outline berikut ini:

II. Kelebihan hidup di abad ke 12 yaitu standar hidup yang lebih tinggi

     A. Lebih banyak uang untuk sedikit kerja keras
        1. Banyak pekerja kantoran dibanding buruh kasar
        2. Gaji atau upah yang lebih tinggi
        3. Meningkatnya pelayanan pemerintah
           a. Keamanan sosisal
           b. Asuransi disabilitas

    B. Harapan hidup yang lebih panjang
       1. Penanganan kesehatan yang lebih baik
          a. Banyak rumah sakit, dokter dan perawat
          b. Kemajuan dalam teknologi medis
       2. Perkembangan nutrisi
       3. Lebih banyak waktu luang

    C. Kenyamanan moderen
      1. Komunikasi
         a. Telepon
         b. Radio dan televisi
      2. Mesin pembantu rumah
         a. Mesin cuci
         b. Vacum cleaner
      3. Transportasi yang lebih cepat

III. Kekurangan pertama hidup di abad ke 12 yaitu meningkatnya polusi lingkungan

     A. Polusi udara
        1. Asap
        2. Radio aktif nuklir

     B. Polusi air
        1. Limbah kimia pabrik
           a. Ikan mati
           b. Sumber air minum terkontaminasi
        2. Tumpahnya minyak kapal
        3. Saluran pembuangan dari kota

IV. Kekurangan kedua hidup di abad ke 12 yaitu melemahnya nilai - nilai spiritual

     A. Budaya materialistis
     B. Kepercayaan ada di dalam science dan juga agama

Sumber outline: Oshima (1981:8687) dalam Karim dan Rachmadie.

Wah, jadi lumayan panjang ya draft badan essay yang cuma terdiri dari tiga point - point pendukung utama saja, bagaimana kalau lebih dari tiga? ya bisa lebih panjang lagi:)

Nantinya, paragraf - paragraf yang ada dalam badan atau inti essay ditulis sesuai dengan draft atau outline tersebut, dan jika merasa artikelnya sangat panjang untuk dituliskan dalam satu halaman web maka bisa dibagi menjadi tiga halaman melalui beberapa laman tambahan dan link internal sehingga bisa meningkatkan page view. Selain itu, mengaitkan link internal dengan topik artikel yang selaras membuat artikel menjadi lebih SEO karena membantu pembaca menemukan atau menavigasi artikel yang mereka cari.

3. Paragraf kesimpulan

Paragraf kesimpulan berisi rangkuman tentang apa yang dituangkan dalam thesis statement atau thesis sentence, point - point pendukung utama, atau yang menjadi subjek dalam essay secara singkat atau gampangnya clossing statement dari sebuah topik yang di bicarakan atau dibahas. Contoh paragraf kesimpulan sesuai thesis statement dan point - point pendukung utama yang sudah dijelaskan tadi sebagai berikut:

V. Kesimpulannya, walaupun abad ke 12 tentunya memberi kita banyak kelebihan dengan membuat kita menjadi lebih kaya, lebih sehat dan lebih bebas menikmati hidup, namun menurut pendapat saya, tidak membuat kita menjadi lebih bijak. Abad ke 12 juga membuat bumi kita menjadi lebih kotor dan nilai - nilai spiritual dalam hidup kita menurun.

Anyway, kalau kita perhatikan artikel - artikel SEO yang muncul paling tidak di halaman # 1 mesin telusur dan apalagi yang dapat posisi # 1, selain artikel - artikelnya benar - benar membantu, draft atau outline artikelnya juga sangat baik. Entah mereka membuat draftnya lebih dulu sebelum menulis atau mereka menulisnya begitu saja?

Kesimpulan

Artikel SEO penulisannya mirip seperti menulis essay yaitu ada paragraf pembukanya, ada inti atau badan paragrafnya dan tentu ada kesimpulannya. Karena dalam penulisannya yang begitu komplex, sebaiknya sebelum menulis artikel buatlah draft atau outlinenya terlebih dahulu agar pembahasan artikel menjadi lebih terarah dan pastinya lebih SEO.


Menulis Artikel SEO Seperti Menulis Essay