Viral Bermanfaat atau Berbahaya?

Maret 25, 2018 2 Comments
Konten Viral Lebih Banyak Manfaat atau Bahayanya?

Apa sebenarnya maksud dari kata "Viral"?

Viral diadaptasi dari kata "Virus" yang dalam definisinya berarti "disebabkan oleh virus". Dalam istilah medis digunakan untuk menjelaskan sesuatu berukuran super kecil yang dapat menginfeksi mahluk hidup dan dapat menjadi penyebab suatu penyakit atau gangguan kesehatan terhadap organisme yang terinfeksi.

Di internet bukan definisi itu yang dimaksud, melainkan sebuah konten yang dapat menyebar bagai virus dan dapat menyebabkan seseorang "terpengaruh" ketika melihat isi konten tersebut. Saking terpengaruhnya sampai - sampai seperti "terinfeksi" virus informasi yang dilihat atau dibacanya pada sebuah konten.

Dalam perang informasi dunia ciber masa kini, menjadi viral berarti "sesuatu" sebab informasi yang disebar luaskan baik berupa berita, video blog ataupun curahan hati yang diupload atau diunggah melalui sebuah portal atau berbagai jejaring sosial akan menjadi konsumsi masal atau publik.

Makna "sesuatu" ini sangat penting, apakah nantinya konten yang viral bermanfaat untuk publik atau justru malah berbahaya. Dalam situasi kini, sikap kritis publik menanggapi sesuatu yang viral sangat diperlukan. Ini artinya selalu berpikir cerdas untuk sebuah jawaban dari pertanyaan kritis seperti:

Untuk tujuan apa sesuatu diviralkan dan siapa yang paling diuntungkan?

Untuk tujuan apa?

Kira - kira untuk tujuan apa sesuatu diviralkan? Sebab tidak mungkin sesuatu dibuat, diupload atau diunggah begitu saja tanpa ada motif dibaliknya atau hanya sekedar iseng, walaupun yang hanya berlatar belakang iseng dan mumpung viral lantas dimanfaatkan juga memang ada.

1. Kepentingan bisnis

Memanfaatkan berita atau video blog viral sebagai komoditas bisnis untuk mendapatkan keuntungan finansial melalui media periklanan adalah hal yang wajar - wajar saja, semasih berita atau video yang berhasil diviralkan mengedukasi publik.

Maksudnya adalah tidak sembrono menyebar luaskan sesuatu hingga buming atau heboh hanya untuk menarik atensi dan membuat publik menjadi salah paham demi sebuah keuntungan finansial.

Beberapa situs atau portal berita yang paling dekat dengan Anda yang ketika diakses dibagian kanan judul atau logo situs, di bawah menu navigasi utama, di bagian kiri dan kanan post body, di bawah judul artikel, di tengah atau di bagian akhir artikel menampilkan banner iklan tertentu berarti situs atau portal tersebut memanfaatkan berita atau video viral sebagai kepentingan bisnis.

Kenapa memanfaatkan berita atau video viral sebagai kepentingan bisnis?

Sebab sangat banyak menarik kunjungan sehingga peluang pengunjung yang berminat dengan iklan semakin banyak. Konversi klik atau actionnyapun berpotensi memberi banyak pemasukan ke rekening Bank atau akun penayang iklan.

Situasinya sekarang, kita adalah seorang "bloggers" dan berharap tidak hanya membuat konten tapi juga mempromosikannya, dan sekarang ini sebagian besar dari kita dibayar melalui traffic atau lalulintas pengunjung yang kita bangun. Kiri Blakeley dalam Forbes: 2011.

Jadi, sangat masuk akal dan beralasan kenapa sebuah konten dibuat dan dipromosikan hingga sedemikian rupa yaitu untuk memberikan publik informasi dan untuk alasan ekonomi.

2. Kepentingan politik 

Sebagai kepentingan politik, konten viral biasa digunakan untuk menurunkan popularitas lawan politik oleh kelompok atau oknum tertentu, terutama saat menjelang atau memasuki atau di tahun - tahun politik. Situasi di saat - saat seperti ini memang akan panas dan kian memanas.

Biasanya konten - konten yang digunakan untuk menarik perhatian dan simpati publik tidak lain yaitu isu bermuatan SARA, hoax, video yang diedit kemudian disebar luaskan untuk memancing ketidak senangan, rasa cemas atau kemarahan publik terhadap salah satu pasangan calon peserta pemilu.

Masyarakat atau publik yang kurang memahami cara - cara curang seperti ini akan dengan sangat mudah dimanfaatkan atau diprovokasi oleh para oknum yang berkepentingan dalam hal ini.

Jika berhasil, maka isu - isu SARA, hoax, hasutan kebencian atau video yang telah dirubah dan disebar luaskan untuk menjatuhkan lawan atau pesaing politik akan terus bermunculan menjelang apalagi di tahun - tahun politik.

Memanfaatkan konten viral seperti ini sebagai kepentingan politik jelas sangat berbahaya karena berpotensi memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa khususnya yang berada dalam konteks kemajemukan.

3. Bisnis - politik

Kepentingan yang satu ini biasanya dimiliki oleh dua belah pihak yaitu pihak yang menyediakan jasa untuk mengolah isu SARA, hoax atau hasutan kebencian atau video sebagai komoditas bisnis. Sementara yang lainnya adalah pihak yang menggunakan jasa mereka untuk kepentingan politik.

Pihak pengguna hanya tinggal memesan isu yang akan digunakan untuk tujuan tertentu dengan memberi imbalan berupa sejumlah uang, selebihnya adalah tugas penyedia jasa untuk membuatnya menjadi viral.

Penyedia jasa semacam ini tidak pilih - pilih pihak mana yang memesan jasa mereka, entah pihak "A" yang memesan jasa mereka untuk menyerang pihak "B" atau sebaliknya pihak "B" yang memesan untuk menyerang balik pihak "A". Satu - satunya yang mereka perdulikan adalah imbalan atau upah yang mereka terima.

Intinya adalah penyedia jasa ini membaca peluang dari sebuah kepentingan politik sebagai komoditas bisnis. Tidak perduli apa atau siapa yang harus dikorbankan.

Siapa yang paling diuntungkan?

Bicara masalah siapa yang paling diuntungkan, setelah membaca tentunya kalian sudah tahu. Ada kalanya pelaku bisnis informasi dan publik sama - sama diuntungkan, ada kalanya juga publik hanya menjadi batu loncatan sekaligus korban politik atau bisnis - politik dan terakhir yang paling diuntungkan hanyalah satu pihak saja.

Siapa yang paling sering menjadi korban? Tentu saja pihak yang paling mudah dimanfaatkan atau paling rentan diprovokasi. Siapakah itu?

Bagaimana sesuatu bisa viral?

Kita tidak pernah tahu jika "ini" akan viral dan yang "ini" tidak. Walau begitu, pasti ada penyebabnya, tapi kira - kira apa?

Elise Moreau dalam Lifewire : 2018 menyatakan bahwa:

Di internet sebuah konten dapat menyebar ibarat virus jika orang - orang "terinfeksi" ketika melihatnya, infeksi tersebut biasanya datang dari pancingan emosi yang memacu mereka membagikannya, sehingga mereka dapat terhubung satu sama lain dan membahas tentang bagaimana perasaan mereka.

Ini berarti, ketika orang - orang dalam kelompok tertentu merasa tersanjung karena sebuah isu yang mereka lihat atau baca akan membagikannya sebab merasa senang atau kagum dan orang - orang yang ikut merasakan perasaan yang sama juga turut membagikannya untuk berbagi rasa suka cita dan seterusnya begitu hingga viral atau jumlah sharenya meledak.

Demikian pula halnya dengan orang - orang yang merasa tersakiti hati nuraninya karena sebuah konten, lalu membagikannya kepada orang lain dan orang - orang yang ikut merasakan perasaan yang sama pula tentu juga ada yang marah bukan kepalang, kesal dan lain sebagainya. Sebagai ungkapan kemarahan atau kekesalannya itu, konten akan terus menerus dan silih berganti dibagikan hingga dalam hitungan menit "Boom", virallah jadinya.

Basis kekuatan viral


Sosial Media adalah Basis Kekuatan Konten Viral

Tanpa bantuan sosial media, akan sangat sulit membuat sesuatu menjadi viral. Namun zaman sekarang, kita secara otomatis terhubung satu sama lain melalui facebook, twitter, linkedin, instagram, pinterest, what's up, line, messenger, tumbler, glip dan lain sebagainya. Ini semualah yang mempermudah kita dalam berbagi sesuatu kepada teman, keluarga dan para pengikut kita yang lain di media sosial.

Bagi mereka yang akun media sosial memiliki banyak sekali koneksi atau pengikut sampai ratusan ribu atau bahkan jutaan maka akan lebih mudah lagi membuat sesuatu menjadi viral.

Konten positif atau negatif lebih viral yang mana? 

Menurut studi para Professor di Universitas Pennsylvania menyebutkan bahwa:

Konten yang memicu emosi "gairah tinggi" kinerjanya lebih baik bila dibagikan secara online, apakah emosi tersebut positif (kekaguman) atau negatif (marah atau cemas). Sedangkan konten yang memicu emosi "gairah rendah" (kesedihan) kurang viral. Jonah Berger dan Katherine L. dalam Deborah Lee dalam Forbes : 2014.

Milkman dalam Deborah Lee dalam Forbes : 2014, pengamat sifat virus artikel New York Times menyatakan bahwa:

Konten positif lebih viral daripada konten negatif.  


Kesimpulan 

Isu - isu yang beredar di internet bisa saja bermanfaat dalam artian mengedukasi atau menghibur. Namun ada juga yang berbahaya sampai - sampai bisa memecah belah persatuan sebuah bangsa dan mengancam kesatuan suatu Negara.

Satu - satunya yang bisa dilakukan adalah berpikirlah dengan cerdas, bertindaklah dengan bijak. Jangan mau terus - terusan jadi korban, pikirkan masa depan generasi muda, anak dan cucu kita.

Keberadaan situs dan berbagai media sosial yang digunakan sebagai media untuk menyebarkan konten viral tidak bisa sepenuhnya disalahkan dalam hal ini sebab itu hanyalah sebuah media, ibarat kertas putih dan masih kosong yang bergantung pada pemiliknya.

Terimakasih telah membaca artikel kami: Viral Bermanfaat atau Berbahaya?

Apakah artikel ini membantu?

Mari berdiskusi.


Riset Kata Kunci: Bedanya Google Adwords dan Bing

Februari 08, 2018 4 Comments
Perbedaan riset kata kunci antara Google Adwords Keywords Planner dan Bing Keywords Research

Jika paham tentang SEO pastilah paham korelasinya dengan riset kata kunci. Pemahaman tentang SEO dapat mengantarkan laman situs Anda ke posisi di mana para petualang internet dengan mudah menemukannya. Riset kata kunci akan membantu prediksi jumlah atau banyaknya kunjungan ke sebuah laman melalui kemunculan atau popularitasnya dalam penelusuran kata atau frase kunci.

Walau begitu, tak selamanya kemunculan kata atau frase kunci dan popularitas dalam penelusuran yang ditunjukkan keywords research tool seiring dengan jumlah kunjungan ke laman situs Anda atau bahkan prediksinya sama sekali tidak sesuai.

Faktanya, pada beberapa alat yang digunakan untuk meriset kata kunci juga tidak menunjukkan kesamaan angka sehubungan dengan prediksi popularitas atau kemunculan kata kunci yang sama dalam penelusuran. Contohnya saja Google Adwords Keyword Planner dan Bing Keywords Research.

Perbedaan keduannya terkait prediksi popularitas atau prediksi kemunculan beberapa kata kunci yang sama dalam penelusuran menunjukan perbedaan angka yang cukup mengejutkan. Berikut data perbandingannya:

Penelusuran popularitas kata kunci menurut Google Adwords Keyword Planner

Penelusuran popularitas kata kunci menurut Google Adwords Keywords Planner

Popularitas kata kunci yang sama menurut Bing Keywords Research

Popularitas kata kunci menurut Bing keywords research

Dari perbandingan tersebut kita bisa melihat bahwa beberapa kata kunci yang sama memiliki tren pencarian dengan jumlah tertentu dalam kolom riset kata kunci. Bertolak belakang dengan hal tersebut, beberapa kata kunci yang sama pula menunjukkan tren pencarian yang lebih sedikit bahkan tidak memiliki tren pencarian sama sekali atau nol.

Bedanya sangat jelas terlihat, tapi bagaimana itu bisa terjadi?

Tidak ada maksud untuk mendiskreditkan salah satu toolbox riset kata kunci yang digunakan untuk membandingkan jumlah tren pencarian kata atau frase kunci tertentu. Lagi pula tren pencarian bisa berubah setiap saat.

Solusi yang bisa saya sarankan adalah lakukan riset kata kunci menggunakan beberapa toolbox keywords research untuk menemukan kata kunci dengan tren pencarian yang lebih stabil.

Sebagai tambahan, selain menggunakan Google Adwords Keyword Planner dan Bing Keywords Research, Anda juga bisa menggunakan SEMrush Keyword Magic untuk membandingkan tren pencarian sebelum menentukan kata atau frase kunci yang akan digunakan.

Kesimpulan

Tiap - tiap toolbox keywords research akan menampilkan tren pencarian yang berbeda - beda dan tidak menutup kemungkinan ada pula kesamaannya atau bahkan sangat jauh berbeda. Sekarang semua tergantung bagaimana cara kita memanfaatkannya. Tetap bersyukur kita masih bisa menggunakannya dengan gratis.

Gambar SEO untuk Ilustrasi Artikel Blog

Januari 22, 2018 6 Comments
Gambar Ilustrasi SEO untuk Artikel Blog

Gambar ilustrasi SEO adalah media yang mengilustrasikan atau memvisualisasikan isi bacaan tertentu suatu situs web secara visual melalui perantara gambar yang di dalamnya ada berbagai macam aspek sebagai daya atau upaya pengoptimalan fungsi dan peranannya dalam artikel situs ataupun dalam mesin penelusuran seperti:
  • Kesesuaian gambar
  • Kelola tata letaknya
  • Ukuran gambar
  • Properti gambar
  • Teks gambar
  • Nama file gambar
  • Format gambar
  • Sitemap gambar

1. Kesesuaian gambar

Gambar SEO yang mumpuni adalah yang mampu membuat mesin telusur paham bahwa apa yang tergambar dalam gambar ilustrasi juga menggambarkan kesesuaian atau keserasian dengan apa yang akan dijelaskan dalam artikel dan jangan sesekali membuat mesin telusur dibingungkan dengan keberadaannya.

Google dalam Panduan Penayangan Gambar memberitahukan pernyataan yang sama dalam hal ini:

Mesin telusur bisa kebingungan karena ketidak sesuaian gambar yang dipakai.

Andaikan kita memakai gambar orang menggunakan perlengkapan diving sebagai gambar ilustrasi artikel cara melatih hewan peliharaan di rumah (Bull Dog). Kalau boleh, mungkin mesin telusur akan bertanya: mau kemana?

Kita termasuk saya juga terlalu menganggap remeh atau meremehkan hal semacam ini: yang penting sudah ada gambar ilustrasi, atau syukur - syukur sudah diisi gambar ilustrasinya, kalau tidak memangnya kenapa?

Perlu kita ketahui bahwa:

Dengan adanya gambar dapat membuat artikel menjadi lebih hidup dan dapat memberikan kontribusi terhadap SEO artikel.
 (Heijmans Michiel dalam Image SEO: Optimizing Images for Search Engines).

Kembali ke masalah penggunaan gambar, kalau hanya mengira mengisi gambar ilustrasi sebagai formalitas saja membuat kolom dalam daftar SEO tercentang, seperti halnya saat pergi berbelanja kita membawa daftar barang belanjaan, apa yang sudah dibeli biarpun salah beli diberi tanda centang, maka kita sungguhlah keliru.

Oleh karena itulah penyesuaian gambar ilustrasi dengan apa yang akan diceritrakan dalam artikel itu perlu, mengantisipasi seandainya artikel tidak berdaya dalam bersaing, paling tidak gambar ilustrasinya bisa muncul dalam telusuran laman gambar Google. Terlebih lagi jika gambarnya mengundang 'klik', kita bisa mendapatkan tayangan laman melalui gambar.

Sebagai pengalaman, saya pernah menulis sebuah artikel dengan kata kunci 'bercintalah', sayangnya daya artikel tersebut kurang memadai dan hanya mampu berada di halaman dua Google. Beruntung gambar ilustrasinya berdaya lebih baik dan muncul dalam telusuran laman gambar.

Gambar SEO yang muncul dalam telusuran laman gambar Google

2. Tata letaknya

  • Sesudah judul artikel
Letak gambar SEO sesudah judul artikel

Apakah ini letak gambar ilustrasi yang paling tepat dan benar untuk memberikan pengalaman pengguna terbaik atau praktek SEO terbaik dalam penempatan gambar ilustrasi blog? Entahlah, Google hanya menyatakan:

Not all users scroll to the bottom of a page, so consider putting your images high up on the page where it can be immediately seen.

Tidak semua pengguna melihat hingga kebagian terbawah sebuah laman, jadi pertimbangkan untuk meletakkan gambar - gambar (ilustrasi) di bagian paling atas halaman di mana gambar dengan segera dapat dilihat. 

 Ini boleh diartikan bahwa setelah penulisan judul, disusul pengunggahan dan penempatan gambar, setelah itu barulah artikel mulai dituliskan dari paragraf pembukaan, isi dan paragraf penutup. Dalam penerapannya ada beberapa yang mengikuti, sementara yang lain mungkin berbeda pendapat atau pemahaman.

Saya secara pribadi cenderung lebih setuju dengan tata letak gambar ilustrasi yang seperti ini. Membiarkan pengunjung lebih fokus melihat gambar terlebih dahulu tanpa terganggu dengan paragraf pembuka artikel. Lagi pula, pembahasan umum artikelkan dapat dibahasakan melalui gambar ilustrasi. Biarkan gambar melakukan tugasnya dengan baik lebih dulu.

  • Sesudah paragraf awal artikel
Letak gambar SEO sesudah paragraf awal artikel

Yang begini paling sering kita temukan dalam penempatan gambar ilustrasi yaitu setelah barisan beberapa kalimat dalam paragraf pembuka. Tujuannya adalah supaya mesin telusur merayapi paragraf pembuka tersebut terlebih dulu, tentu harapannya beserta kata atau frase kunci yang disembunyikan dan kemudian pesan yang ingin disampaikan melalui ilustrasi gambar.

Untuk membuat gambar ilustrasi tetap mudah terlihat atau dilihat pengguna, paragraf awal artikelnya dipersingkat sehingga membuat pengalaman penggunanya masih bisa dibilang baik. Bahkan cara ini disebut - sebut sebagai tata letak yang ideal oleh beberapa kalangan webmaster. Terkait dengan hal ini, saya juga melakukan beberapa uji coba sebagi perbandingan.

Memang benar bahwa gambar ilustrasinya juga bisa langsung terlihat, hanya saja ketika tanpa disengaja kita menuliskan paragraf awalnya terlalu panjang maka gambar akan bergeser lebih ke bawah dan barulah bisa dilihat sepenuhnya ketika pengguna melakukan scrolling ke bagian bawah.

  • di sebelah kiri area artikel
Letak gambar SEO di area atau sisi kiri artikel
Tata letak gambar ilustrasi yang seperti ini tidak begitu banyak diterapkan oleh para webmaster, hanya beberapa saja. Dalam hal SEO tentu tata letaknya juga baik, dalam artian: ya SEO juga. Paragraf pembukanya dapat langsung terlihat di sisi kanan dan gambar ilustrasinya di sisi kiri.

Kemungkinan saja ada hubungannya dengan fokus penglihatan pembaca yang katanya cenderung lebih nyaman ke sisi kiri.Namun, dengan dibaginya area artikel dibagian kiri untuk mengisi gambar ilustrasi tentu akan memaksa gambar menjadi lebih kecil dan menjadikan paragraf pembuka di area kanannya dipaksakan untuk menyesuaikan dengan lebar area yang tersisa hingga mengisi area bawah gambar.

Mungkin yang perlu dipikirkan adalah bagaimana caranya agar paragraf awal tidak menyeberang atau melompat sampai ke bawah gambar ilustrasi dan keseimbangan lebar antara area gambar dan area paragraf pembukaan artikel sehingga fokus penekanan keduanya bisa seimbang secara bersamaan.

  • di sebelah kanan area artikel
Letak gambar SEO di area atau sisi kanan artikel
Variasi letak gambar ilustrasi ini sangat - sangat jarang saya temukan, dan dalam hal seo mungkin sama dengan tata letak gambar ilustrasi di sebelah kiri area artikel, hanya tata letak gambar dan area paragraf pembuka yang membedakannya.

3. Ukuran gambar

  • Dimensi
Mengenai dimensi gambar, ada beberapa yang saya temukan di beberapa situs terkemuka baik lokal maupun luar negeri yang salah satu diantaranya memungkinkan menjadi ukuran gambar kita.

Dimensi:

1200 x 628 pixels = 971 kb
600 x 470 pixels = 105 kb
750 x 462 pixels = 131 kb
620 x 388 pixels = 89.5 kb
640 x 340 pixels = 43.2 kb
320 x 199 pixels = 21.0 kb

  • Ukuran file gambar
Ukuran file gambar 21.0 kb untuk dimensi 320 x 199 pixels memang sedikit agak ringan dan biaya downloadnya pun lebih murah secara matematis dalam perhitungan kuota internet. Namun bukan berarti semua webmaster setuju menggunakan ukuran file gambar seukuran ini.

Di sisi lain, penggunaan ukuran file gambar yang lumayan fantastis akan sangat memengaruhi kecepatan pemuatan situs. Untuk itu, perkecil ukuran file gambar menggunakan Image Optim atau situs lainnya seperti JPEGMini, PunyPNG atau Kraken.io. Dan jika ingin belajar lebih banya tentang teknik kompres gambar silakan kunjungi halaman Wekipedia atau WebP compression techniques whitepaper.

4. Properti gambar

  • Judul teks dan alternatif teks
Pengisian judul tes dan alternatif teks sangatlah penting yaitu untuk memberi gambaran umum isi artikel melalui sebuah file gambar. Atribut ini akan menjelaskan kepada Google kenapa sebuah gambar digunakan sebagai gambar ilustrasi di dalam artikel. Berikut beberapa contoh penerapan atribut alt gambar:

Kurang baik:

<image src="gambar seo.png" alt=""/>

Lebih baik:

<image src="gambar seo.png" alt="gambar seo"/>

Terbaik:

<image src="gambar seo.png" alt="gambar ilustrasi seo untuk artikel blog"/>

Hindari:

<image src="gambar seo.png" alt= "gambar seo ilustrasi seo artikel seo jasa buat gambar seo buat ilustrasi artikel seo gambar ilustrasi seo"/>

Catatan penting:

Kurang baik: sebab alternatif teks (alt teks) dibiarkan kosong.

Lebih baik: alternatif teks paling tidak sudah terisi walaupun hanya sekedar menulis ulang teks judul ke dalam kolom alternatif teks sehingga kesannya mengulangi kata kunci.

Terbaik: sebab yang namanya alternatif teks harus menggunakan pilihan teks lain sebagai optional yang setidaknya tidak sama persis dengan judul teks gambar. Tujuannya adalah ketika Google tidak bisa memahami pesan gambar melalui judul teksnya maka alternatif teks yang akan membantu Google memahaminya.

Hindari: alasan kenapa ini harus dihindari yaitu kata kunci yang tertumpuk - tumpuk dalam kolom alternatif teks. Google tidak suka keyword stuffing.

Model penerapan yang dijelaskan sudah dalam bentuk atau mode HTML atau seperti itulah jadinya kalau nantinya judul teks dan alternatif teksnya diisi dalam properti gambar jika dilihat dalam mode HTML.

5. Format rata gambar

Dalam hal kesejajaran atau format rata gambar, saya mencoba untuk tidak menyamakan format rata gambar dengan format rata tulisan atau paragraf yang menggunakan align text left ( teks rata kiri) sebab biar bagaimanapun teks dan gambar sangat jelas berbeda.

6. Caption gambar

Caption adalah teks yang menemani gambar dan terletak di bagian bawahnya. Caption tiap - tiap gambar tidak diharuskan untuk diisi, tapi jika dengan mengisi captionnya Anda merasa akan bermanfaat bagi pengguna maka isilah, tapi jika tidak, tidak usah diisi.

7. Nama file gambar

Sesudah berhasil membuat atau mengedit gambar yang akan digunakan sebagai ilustrasi artikel apa yang seharusnya kita lakukan?

Tepat sekali, Save As. Tapi sebelum itu, untuk membuat gambar menjadi SEO maka nama file gambar perlu diisi dengan benar dan di sini sekaligus menjadi tempat peletakan kata atau frase kunci untuk pertama kalinya bahkan sebelum gambar tersebut diunggah ke dalam artikel.

Misalkan nama file gambarnya adalah gambar-seo-untuk-ilustrasi-artikel-blog.png akan memberi petunjuk deskriptif yang lebih baik tentang apa yang akan disampaikan melalui gambar dari pada nama filenya ACGCGAC120.png yang bahkan tidak bisa memberikan gambaran apapun tentang gambar baik untuk Google maupun pengguna.

Apabila gambar yang akan digunakan dalam artikel lebih dari satu, maka akan lebih baik lagi jika kita menyimpannya ke dalam satu folder dengan nama folder yang deskriptif pula, misalnya file gambar untuk gambar artikel SEO.

8. Format gambar

Format gambar yang paling umum dan biasa digunakan yaitu GIFT, PNG dan JPEG dan memilihnya pun disesuaikan dengan kebutuhan atau format mana yang dirasa cocok.

Jika lebih senang dan memerlukan animasi maka format GIFT akan jadi pilihan yang tepat. Jika ingin mempertahankan detail gambar dengan resolusi yang tinggi maka pemilihan format PNG akan sangat bagus. Namun jika lebih memilih mengoptimalkan foto, screenshot atau sejenisnya maka pilihlah format JPEG.

9. Sitemap gambar

Fungsi sitemap gambar xml mirip dengan sitemap post xml. Jika sitemap post xml digunakan untuk memberitahukan Google artikel apa saja yang sudah disebar luaskan untuk kemudian diindeks maka sitemap gambar xml difungsikan agar Google mengetahui lebih banyak informasi tentang gambar yang digunakan pada halaman dan peluang bisa terindeksnya gambar lebih besar.

Kesimpulan

Ada beberapa aspek yang perlu dilakukan untuk mengoptimalkan fungsi dan peranan gambar dalam artikel seperti kesesuaian gambar ilustrasi, tata letak, ukuran file gambar, properti, align gambar, nama file, format dan sitemap gambar.

Menulis Artikel SEO Seperti Menulis Essay

Januari 11, 2018 13 Comments
Menulis Artikel SEO Seperti Menulis Essay


Artikel SEO berarti artikel yang menurut penilaian atau penjurian Google pantas atau layak mengamankan posisinya untuk bertengger atau nangkring di urutan # 1 dan di halaman # 1 berdasarkan kesesuaian kata atau frase kunci dan hasil uji kualitasnya dalam berbagai hal baik on page atau off page.

Asal menulis artikel atau posting saja tidaklah cukup, apalagi zaman sekarang yang katanya zaman now pastinya kompetisi kian menantang, bukan hanya di dunia real saja, tapi juga di internet. Nulis atau postingnya apa saja sih sudah betul, tapi ya setidak - tidaknya jangan ngasal sampai sebegitunya. Mana ada blogger sukses usahanya asal - asalan, "nulis ga nulis yang penting posting".

Untuk itu, mari perlahan - lahan kita coba penulisan artikel SEO yang nampak mudah dengan gaya essay.

Artikel SEO seperti essay itu yang bagaimana?

Beberapa pakar ada yang berpendapat bahwa artikel SEO yang baik itu minimal terdiri dari 500 kata, lebih dari itu pastinya lebih baik. Jika jauh lebih pendek atau kisarannya hanya kurang lebih 150 kata itu bukan essay tapi paragraf, sedangkan essay panjangnya bisa mencapai kurang lebih 500 kata yang terdiri dari beberapa paragraf. Ini selaras dengan Karim dan Rachmadie yang menyatakan bahwa:

A paragraph usually consists of approximately 150 words while an essay of more or less 500 words. A paragraph writting consists of just one paragraph while an essay writting consists of severals paragraphs.

Kalau memang seperti itu, maka ada beberapa bagian yang perlu dicermati dalam penulisan artikel SEO yang baik untuk Google maupun untuk pembaca. Oshima (1981: 77) dan Langan (1986: 10) dalam Karim dan Rachmadie membagi sebuah essay menjadi tiga bagian utama yaitu paragraf pembuka, inti atau badan essay dan penutup atau kesimpulan.

Nah, di dalam tiga bagian essay tersebut kita dapat dengan leluasa menyematkan fokus kata atau frase kunci yang sesuai. Seperti itulah kiranya artikel SEO yang dimaksud, fokus kata atau frase kuncinya terpenuhi dan standar minimal essaynya juga terpenuhi.

1. Paragraf pembuka

Dalam penulisan artikel SEO tentu ada paragraf pembuka sama halnya pada sebuah essay. Paragraf pembuka musti diawali dengan beberapa kalimat yang dapat menarik minat pembaca dan di dalamnya ada ide utama atau controlling idea yang akan dikembangkan ke dalam sebuah essay. Misalkan judul artikelnya seperti ini:

Kelebihan dan Kekurangan Hidup di Abad ke 12

Maka thesis statement dalam paragraf pembukanya seperti ini:

I. Hidup di abad ke 12 menawarkan kelebihan tertentu seperti standar hidup yang lebih tinggi, tetapi  juga memiliki beberapa kekurangan, seperti polusi lingkungan dan melemahnya nilai - nilai spiritual.

Sebagai kelebihan hidup di abad ke 12 dalam thesis statement adalah standar hidup yang lebih tinggi, sementara kekurangannya adalah polusi lingkungan dan melemahnya nilai - nilai spiritual.

Tiga point - point pendukung utama tersebut masih sangat umum dan masih bisa dibagi menjadi beberapa sub - sub point yang lebih sempit lagi untuk dijelaskan di dalam badan paragraf sehingga nantinya artikel bisa menjadi lebih panjang dan peluang menyematkan fokus kata atau frase kunci juga lebih banyak supaya artikel menjadi lebih SEO. Selain itu, cara ini sangat cocok untuk menyiasati trend artikel panjang.

Thesis statement dalam paragraf pembuka memegang peranan yang sangat penting bagi sebuah artikel karena yang ada di dalamnya adalah ide utama atau fokus essay yang berfungsi sebagai pemandu untuk pembaca sebab topik dan point - point yang akan dibahas di dalamnya disebutkan dengan jelas. Yang tidak kalah penting, jangan lupa untuk menyematkan fokus kata atau frase kunci di awal atau di tengah atau dibagian akhirnya, dan kalau bisa, apa yang menjadi ide utama atau fokus essaynya adalah kata atau frase kunci itu sendiri.

2. Inti atau badan essay

Beberapa essay setidak - tidaknya punya dua point - point pendukung yang panjangnya dikembangkan lebih dari dua paragraf - paragraf terpisah yang disebut inti atau badan essay.

Seperti dalam thesis statement atau thesis sentence ada tiga ide utama atau fokus dalam Kelebihan dan Kekurangan Hidup di Abad ke 12 yang masih sangat umum menjadi lebih sempit lagi seperti dalam draft atau outline berikut ini:

II. Kelebihan hidup di abad ke 12 yaitu standar hidup yang lebih tinggi

     A. Lebih banyak uang untuk sedikit kerja keras
        1. Banyak pekerja kantoran dibanding buruh kasar
        2. Gaji atau upah yang lebih tinggi
        3. Meningkatnya pelayanan pemerintah
           a. Keamanan sosisal
           b. Asuransi disabilitas

    B. Harapan hidup yang lebih panjang
       1. Penanganan kesehatan yang lebih baik
          a. Banyak rumah sakit, dokter dan perawat
          b. Kemajuan dalam teknologi medis
       2. Perkembangan nutrisi
       3. Lebih banyak waktu luang

    C. Kenyamanan moderen
      1. Komunikasi
         a. Telepon
         b. Radio dan televisi
      2. Mesin pembantu rumah
         a. Mesin cuci
         b. Vacum cleaner
      3. Transportasi yang lebih cepat

III. Kekurangan pertama hidup di abad ke 12 yaitu meningkatnya polusi lingkungan

     A. Polusi udara
        1. Asap
        2. Radio aktif nuklir

     B. Polusi air
        1. Limbah kimia pabrik
           a. Ikan mati
           b. Sumber air minum terkontaminasi
        2. Tumpahnya minyak kapal
        3. Saluran pembuangan dari kota

IV. Kekurangan kedua hidup di abad ke 12 yaitu melemahnya nilai - nilai spiritual

     A. Budaya materialistis
     B. Kepercayaan ada di dalam science dan juga agama

Sumber outline: Oshima (1981:8687) dalam Karim dan Rachmadie.

Wah, jadi lumayan panjang ya draft badan essay yang cuma terdiri dari tiga point - point pendukung utama saja, bagaimana kalau lebih dari tiga? ya bisa lebih panjang lagi:)

Nantinya, paragraf - paragraf yang ada dalam badan atau inti essay ditulis sesuai dengan draft atau outline tersebut, dan jika merasa artikelnya sangat panjang untuk dituliskan dalam satu halaman web maka bisa dibagi menjadi tiga halaman melalui beberapa laman tambahan dan link internal sehingga bisa meningkatkan page view. Selain itu, mengaitkan link internal dengan topik artikel yang selaras membuat artikel menjadi lebih SEO karena membantu pembaca menemukan atau menavigasi artikel yang mereka cari.

3. Paragraf kesimpulan

Paragraf kesimpulan berisi rangkuman tentang apa yang dituangkan dalam thesis statement atau thesis sentence, point - point pendukung utama, atau yang menjadi subjek dalam essay secara singkat atau gampangnya clossing statement dari sebuah topik yang di bicarakan atau dibahas. Contoh paragraf kesimpulan sesuai thesis statement dan point - point pendukung utama yang sudah dijelaskan tadi sebagai berikut:

V. Kesimpulannya, walaupun abad ke 12 tentunya memberi kita banyak kelebihan dengan membuat kita menjadi lebih kaya, lebih sehat dan lebih bebas menikmati hidup, namun menurut pendapat saya, tidak membuat kita menjadi lebih bijak. Abad ke 12 juga membuat bumi kita menjadi lebih kotor dan nilai - nilai spiritual dalam hidup kita menurun.

Anyway, kalau kita perhatikan artikel - artikel SEO yang muncul paling tidak di halaman # 1 mesin telusur dan apalagi yang dapat posisi # 1, selain artikel - artikelnya benar - benar membantu, draft atau outline artikelnya juga sangat baik. Entah mereka membuat draftnya lebih dulu sebelum menulis atau mereka menulisnya begitu saja?

Kesimpulan

Artikel SEO penulisannya mirip seperti menulis essay yaitu ada paragraf pembukanya, ada inti atau badan paragrafnya dan tentu ada kesimpulannya. Karena dalam penulisannya yang begitu komplex, sebaiknya sebelum menulis artikel buatlah draft atau outlinenya terlebih dahulu agar pembahasan artikel menjadi lebih terarah dan pastinya lebih SEO.


Sitemap Blog Ala Arlina dan CB Blogger

November 08, 2017 Comment
Sitemap pastinya sudah tidak terdengar asing lagi di kuping kalian yang hobinya atau passionnya blogging. Mendengar namanya saja sudah barang tentu langsung tanggap apa itu sitemap, apa fungsinya untuk blog dan apa manfaatnya bagi pengguna.


Baiklah, mari kita bahas sedikit sitemap itu sebenarnya apa?

Sederhananya, di dalam sitemap keseluruhan judul - judul konten atau judul - judul artikel yang pernah dibuat dan dipublikasian dipetakan dalam bentuk susunan daftar judul yang biasanya dikelompokkan ke dalam beberapa labels atau kategori - kategori tertentu yang selintas mirip dengan table of contents atau daftar isi sebuah buku atau karya tulis ilmiah. Penerapan sitemap umumnya melalui static page yang kemudian link URLnya diletakkan di menu navigasi atas atau di menu navigasi utama atau dibagian footer template.

Manfaatnya adalah ketika diklik pengguna akan diarahkan di mana mereka dapat dengan mudahnya dapat melihat dan mengetahui keseluruhan kategori dan judul - judul artikel apa saja yang pernah dan yang baru saja dipublikasikan oleh seseorang atau pemilik situs di dalam situs webnya. Sedangkan untuk situs web, melalui sitemap XMLnya, atom XMLnya, ataupun posts feeds defaultnya difungsikan sebagai peta navigasi situs dan diperuntukkan untuk Google Webmaster Tool. Manfaatnya, agar laman - laman melalui link - linknya gampang dirayapi oleh mesin perayap Google dan kemudian diindex.

Cara pasangnyapun gampang:

  1. Maksulah dulu ke dasboard blogger
  2. Pilihlah 'Halaman' > Halaman baru
  3. Isilah Judulnya dengan 'Sitemap' 
  4. Kliklah mode 'HTML'
  5. Cobalah salah satu sitemap di bawah ini
  6. Barulah klik save
Tampilan sitemap Arlina Design:

Sitemap Arlina Design.png


1. Kode sitemap Arlina


<div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on">
<style scoped="" type="text/css">
.table-of-content{background-color:#fff;color:#444;font-family:Verdana,Geneva,Tahoma,Arial,Sans-serif;font-size:13px;font-weight:400;overflow:hidden;border-radius:4px;box-shadow:0 0 0 1px #eee;}
.table-of-content .toc-header{color:#444;font-family:inherit;font-weight:400;font-size:14px;background-color:#fff;margin:0;padding:15px;overflow:hidden;cursor:pointer;border-bottom:1px solid #eee;transition:initial;}
.table-of-content .toc-header:hover{background-color:#fdfdfd;}
.table-of-content .toc-header:before{content:'';width:0;height:0;position:absolute;top:22px;right:15px;border:5px solid transparent;border-color:#aaa transparent transparent;transition:all .3s ease}
.table-of-content .toc-header.active{color:#fc4f3f}
.table-of-content .toc-header.active:before{border-color:#fc4f3f transparent transparent;top:16px;-webkit-transform:rotate(-180deg);-moz-transform:rotate(-180deg);-ms-transform:rotate(-180deg);-o-transform:rotate(-180deg);transform:rotate(-180deg)}
.table-of-content .loading{display:block;padding:15px;text-decoration:blink}
.table-of-content ol{margin:0;padding:0;list-style:none;transition:initial}
.table-of-content li{line-height:normal!important;margin:0!important;padding:8px 8px 8px 15px!important;white-space:nowrap;text-align:left;overflow:hidden;background:#fcfcfc!important;transition:initial;border-bottom:1px solid #e9e9e9;border-top:1px solid #fff;}
.table-of-content li:first-child(border-top:0}
.table-of-content li:last-child(border-bottom:0}
.post ol li a,.post ol li a:link{color:#444!important;text-decoration:none;font-size:86%;transition:initial}
.post ol li a:visited{color:#999;transition:initial}
.post ol li a:link:hover,.post ol li a:visited:hover{color:#fc4f3f;text-decoration:underline;transition:initial}
.post ol li:before{display:none}
ol {text-shadow:initial;}
.post a:link {color:#444!important;}
</style>

<br />
<div class="table-of-content" id="table-of-content">
<span class="loading">Memuat konten...</span></div>
<script>
var toc_config = {
    url: 'https://progooglesite.blogspot.co.id/',
    containerId: 'table-of-content',
    showNew: 5,
    newText: ' <strong style="font-weight:normal;font-style:normal;color:#fff;font-size:11px;background:#fc7569;padding:1px 6px 2px 6px;line-height:normal;float:right;border-radius:3px;text-transform:uppercase;">baru</strong>',
    sortAlphabetically: {
        thePanel: true,
        theList: true
    },
    maxResults: 9999,
    activePanel: 0,
    slideSpeed: {
        down: 400,
        up: 400
    },
    slideEasing: {
        down: null,
        up: null
    },
    slideCallback: {
        down: function() {},
        up: function() {}
    },
    clickCallback: function() {},
    jsonCallback: '_toc',
    delayLoading: 0
};
</script>
<script src="https://cdn.rawgit.com/Arlina-Design/redvision/master/daftar-isi-tea.js"></script>

</div>

Catatan: Ganti alamat blog (warna orange) menjadi alamat blog sobat.

Selain sitemap tersebut, berikut ini juga merupakan sitemap elegan yang pernah digunakan oleh sebut saja CB yang berbaik hati memberikan kode peta situs dengan tampilan sebagai berikut:

Sitemap CB Blogger.png

Kodenya memang lumayan panjang tapi sangat layak dicoba di blog kalian dan rasakan sensasi elegannya. Berikut kodenya:

2. Sitemap CB Blogger

<div 1px="1px" solid="solid" style="height:auto; overflow: auto; padding-bottom: 10px; padding-left: 10px; padding-right: 10px; padding-top: 10px; width: auto;">
<style>
.judul-label{
background-color:#E5ECF9;
font-weight:bold;
line-height:1.4em;
margin-bottom:5px;
overflow:hidden;
white-space:nowrap;
vertical-align: baseline;
margin: 0 2px;
outline: none;
cursor: pointer;
text-decoration: none;
font: 14px/100% Arial, Helvetica, sans-serif;
padding: .5em 2em .55em;
text-shadow: 0 1px 1px rgba(0,0,0,.3);
-webkit-border-radius: .5em;
-moz-border-radius: .5em;
border-radius: .5em;
-webkit-box-shadow: 0 1px 2px rgba(0,0,0,.2);
-moz-box-shadow: 1px 1px 4px #AAAAAA;
box-shadow: 0 1px 2px rgba(0,0,0,.2);
color: #e9e9e9;
border: 2px solid white !important;
background: #6e6e6e;
background: -webkit-gradient(linear, left top, left bottom, from(#888), to(#575757));
background: -moz-linear-gradient(top,  #888,  #575757);
filter:  progid:DXImageTransform.Microsoft.gradient(startColorstr='#888888', endColorstr='#575757');

}

.data-list{
line-height:1.5em;
margin-left:5px;
margin-right:5px;
padding-left:15px;
padding-right:5px;
white-space:nowrap;
text-align:left;
font-family:"Arial",sans-serif;
font-size:12px;
}

.list-ganjil{
background-color:#F6F6F6;
}

.headactive{
 color: #fef4e9;
 border: 2px solid white !important;
 background: #f78d1d;
 background: -webkit-gradient(linear, left top, left bottom, from(#faa51a), to(#f47a20));
 background: -moz-linear-gradient(top,  #faa51a,  #f47a20);
 filter:  progid:DXImageTransform.Microsoft.gradient(startColorstr='#faa51a', endColorstr='#f47a20');
}
</style>

<script type="text/javascript">
var showNew    = true,
    accToc     = true,
    openNewTab = true,
    maxNew     = 10,
    baru       = "Baru!",
    sDownSpeed = 600,
    sUpSpeed   = 600;
</script>

<script type="text/javascript">
var postTitle = new Array(),
   postUrl = new Array(),
   postMp3 = new Array(),
   postDate = new Array(),
   postLabels = new Array(),
   postBaru = new Array(),
   sortBy = 'titleasc',
   tocLoaded = false,
   postFilter = '',
   numberfeed = 0;

function loadtoc(_0xd19fxc) {
   function _0xd19fxd() {
      if ('entry' in _0xd19fxc['feed']) {
         var _0xd19fxe = _0xd19fxc['feed']['entry']['length'];
         numberfeed = _0xd19fxe;
         ii = 0;
         for (var _0xd19fxf = 0; _0xd19fxf < _0xd19fxe; _0xd19fxf++) {
            var _0xd19fx10 = _0xd19fxc['feed']['entry'][_0xd19fxf];
            var _0xd19fx11 = _0xd19fx10['title']['$t'];
            var _0xd19fx12 = _0xd19fx10['published']['$t']['substring'](0, 10);
            var _0xd19fx13;
            for (var _0xd19fx14 = 0; _0xd19fx14 < _0xd19fx10['link']['length']; _0xd19fx14++) {
               if (_0xd19fx10['link'][_0xd19fx14]['rel'] == 'alternate') {
                  _0xd19fx13 = _0xd19fx10['link'][_0xd19fx14]['href'];
                  break;
               };
            };
            var _0xd19fx15 = '';
            for (var _0xd19fx14 = 0; _0xd19fx14 < _0xd19fx10['link']['length']; _0xd19fx14++) {
               if (_0xd19fx10['link'][_0xd19fx14]['rel'] == 'enclosure') {
                  _0xd19fx15 = _0xd19fx10['link'][_0xd19fx14]['href'];
                  break;
               };
            };
            var _0xd19fx16 = '';
            if ('category' in _0xd19fx10) {
               for (var _0xd19fx14 = 0; _0xd19fx14 < _0xd19fx10['category']['length']; _0xd19fx14++) {
                  _0xd19fx16 = _0xd19fx10['category'][_0xd19fx14]['term'];
                  var _0xd19fx17 = _0xd19fx16['lastIndexOf'](';');
                  if (_0xd19fx17 != -1) {
                     _0xd19fx16 = _0xd19fx16['substring'](0, _0xd19fx17);
                  };
                  postLabels[ii] = _0xd19fx16;
                  postTitle[ii] = _0xd19fx11;
                  postDate[ii] = _0xd19fx12;
                  postUrl[ii] = _0xd19fx13;
                  postMp3[ii] = _0xd19fx15;
                  if (_0xd19fxf < maxNew) {
                     postBaru[ii] = true;
                  } else {
                     postBaru[ii] = false;
                  };
                  ii = ii + 1;
               };
            };
         };
      };
   };
   _0xd19fxd();
   sortBy = 'titleasc';
   sortPosts(sortBy);
   sortlabel();
   tocLoaded = true;
   displayToc2();
   document['write']('');
};

function sortlabel() {
   sortBy = 'orderlabel';
   sortPosts(sortBy);
   var _0xd19fx19 = 0;
   var _0xd19fxf = 0;
   while (_0xd19fxf < postTitle['length']) {
      temp1 = postLabels[_0xd19fxf];
      firsti = _0xd19fx19;
      do {
         _0xd19fx19 = _0xd19fx19 + 1;
      } while (postLabels[_0xd19fx19] == temp1);;
      _0xd19fxf = _0xd19fx19;
      sortPosts2(firsti, _0xd19fx19);
      if (_0xd19fxf > postTitle['length']) {
         break;
      };
   };
};

function sortPosts(sortBy) {
   function _0xd19fx1b(_0xd19fx1c, _0xd19fx1d) {
      var _0xd19fx1e = postTitle[_0xd19fx1c];
      postTitle[_0xd19fx1c] = postTitle[_0xd19fx1d];
      postTitle[_0xd19fx1d] = _0xd19fx1e;
      var _0xd19fx1e = postDate[_0xd19fx1c];
      postDate[_0xd19fx1c] = postDate[_0xd19fx1d];
      postDate[_0xd19fx1d] = _0xd19fx1e;
      var _0xd19fx1e = postUrl[_0xd19fx1c];
      postUrl[_0xd19fx1c] = postUrl[_0xd19fx1d];
      postUrl[_0xd19fx1d] = _0xd19fx1e;
      var _0xd19fx1e = postLabels[_0xd19fx1c];
      postLabels[_0xd19fx1c] = postLabels[_0xd19fx1d];
      postLabels[_0xd19fx1d] = _0xd19fx1e;
      var _0xd19fx1e = postBaru[_0xd19fx1c];
      postBaru[_0xd19fx1c] = postBaru[_0xd19fx1d];
      postBaru[_0xd19fx1d] = _0xd19fx1e;
   };
   for (var _0xd19fxf = 0; _0xd19fxf < postTitle['length'] - 1; _0xd19fxf++) {
      for (var _0xd19fx19 = _0xd19fxf + 1; _0xd19fx19 < postTitle['length']; _0xd19fx19++) {
         if (sortBy == 'titleasc') {
            if (postTitle[_0xd19fxf] > postTitle[_0xd19fx19]) {
               _0xd19fx1b(_0xd19fxf, _0xd19fx19);
            };
         };
         if (sortBy == 'titledesc') {
            if (postTitle[_0xd19fxf] < postTitle[_0xd19fx19]) {
               _0xd19fx1b(_0xd19fxf, _0xd19fx19);
            };
         };
         if (sortBy == 'dateoldest') {
            if (postDate[_0xd19fxf] > postDate[_0xd19fx19]) {
               _0xd19fx1b(_0xd19fxf, _0xd19fx19);
            };
         };
         if (sortBy == 'datenewest') {
            if (postDate[_0xd19fxf] < postDate[_0xd19fx19]) {
               _0xd19fx1b(_0xd19fxf, _0xd19fx19);
            };
         };
         if (sortBy == 'orderlabel') {
            if (postLabels[_0xd19fxf] > postLabels[_0xd19fx19]) {
               _0xd19fx1b(_0xd19fxf, _0xd19fx19);
            };
         };
      };
   };
};

function sortPosts2(_0xd19fx20, _0xd19fx21) {
   function _0xd19fx22(_0xd19fx1c, _0xd19fx1d) {
      var _0xd19fx1e = postTitle[_0xd19fx1c];
      postTitle[_0xd19fx1c] = postTitle[_0xd19fx1d];
      postTitle[_0xd19fx1d] = _0xd19fx1e;
      var _0xd19fx1e = postDate[_0xd19fx1c];
      postDate[_0xd19fx1c] = postDate[_0xd19fx1d];
      postDate[_0xd19fx1d] = _0xd19fx1e;
      var _0xd19fx1e = postUrl[_0xd19fx1c];
      postUrl[_0xd19fx1c] = postUrl[_0xd19fx1d];
      postUrl[_0xd19fx1d] = _0xd19fx1e;
      var _0xd19fx1e = postLabels[_0xd19fx1c];
      postLabels[_0xd19fx1c] = postLabels[_0xd19fx1d];
      postLabels[_0xd19fx1d] = _0xd19fx1e;
      var _0xd19fx1e = postBaru[_0xd19fx1c];
      postBaru[_0xd19fx1c] = postBaru[_0xd19fx1d];
      postBaru[_0xd19fx1d] = _0xd19fx1e;
   };
   for (var _0xd19fxf = _0xd19fx20; _0xd19fxf < _0xd19fx21 - 1; _0xd19fxf++) {
      for (var _0xd19fx19 = _0xd19fxf + 1; _0xd19fx19 < _0xd19fx21; _0xd19fx19++) {
         if (postTitle[_0xd19fxf] > postTitle[_0xd19fx19]) {
            _0xd19fx22(_0xd19fxf, _0xd19fx19);
         };
      };
   };
};

function displayToc2() {
   var _0xd19fx19 = 0;
   var _0xd19fxf = 0;
   document['write']('<div id="daftar-isi">');
   while (_0xd19fxf < postTitle['length']) {
      temp1 = postLabels[_0xd19fxf];
      document['write']('<div class="sublabel">');
      document['write']('<div class="judul-label">' + temp1 + '</div>');
      document['write']('<div class="judul-list"><ol>');
      firsti = _0xd19fx19;
      var _0xd19fx24 = 'odd';
      do {
         if (_0xd19fx24 == 'odd') {
            document['write']('<li class="data-list list-ganjil">');
            _0xd19fx24 = 'even';
         } else {
            document['write']('<li class="data-list list-genap">');
            _0xd19fx24 = 'odd';
         };
         if (openNewTab) {
            document['write']('<a href="' + postUrl[_0xd19fx19] + '" target="_blank">' + postTitle[_0xd19fx19] + '</a>');
         } else {
            document['write']('<a href="' + postUrl[_0xd19fx19] + '">' + postTitle[_0xd19fx19] + '</a>');
         };
         if (showNew) {
            if (postBaru[_0xd19fx19] == true) {
               document['write'](' - <strong>' + baru + '</strong>');
            };
         };
         document['write']('</li>');
         _0xd19fx19 = _0xd19fx19 + 1;
      } while (postLabels[_0xd19fx19] == temp1);;
      _0xd19fxf = _0xd19fx19;
      document['write']('</ol></div></div>');
      sortPosts2(firsti, _0xd19fx19);
      if (_0xd19fxf > postTitle['length']) {
         break;
      };
   };
   document['write']('</div>');
};
$(function () {
   if (accToc) {
      $('#daftar-isi .judul-list')['slideUp']();
      $('#daftar-isi .judul-label:first')['addClass']('headactive')['next']()['slideDown'](sDownSpeed);
      $('#daftar-isi .judul-label')['css']('cursor', 'pointer');
      $('#daftar-isi .judul-label')['click'](function () {
         if ($(this)['next']()['is'](':hidden')) {
            $('#daftar-isi .judul-label')['removeClass']('headactive')['next']()['slideUp'](sUpSpeed);
            $(this)['toggleClass']('headactive')['next']()['slideDown'](sDownSpeed);
         };
      });
   };
});
</script>
<script src="/feeds/posts/summary?max-results=1000&amp;alt=json-in-script&amp;callback=loadtoc"></script>
</div>


Kesimpulan

Sitemap itu boleh dibilang daftar isinya blog atau situs web di mana daftar susunan judul - judul artikel secara umum mendeskripsikan konten yang ada di dalamnya.

Sitemap - sitemap ini dua - duanya sama - sama bagus dan elegan, tapi ya kembali lagi ke selera sobat masing - masing apakah sesuai ataukah tidak. Selamat mencoba:)

Buat Blog Lalu Mulailah Membaca

Juli 04, 2017 15 Comments
Buat blog lalu mulailah membaca. Membaca, haruskah? Tidak, tidak harus tetapi seharusnya; bukan keharusan tetapi kesadaran; jangan dipaksakan tetapi dibiasakan karena blog bukan hanya untuk dibuat dan jangan dibiarkan kosong. Mengisinya juga jangan hanya sekedar, ala kadarnya saja. Nampak berisi memang tidak begitu buruk, namun blog yang benar - benar berisi akan jauh lebih baik.

Buat Blog.png
Mengisi blog hanya sekedar?

Sebaiknya jangan, tetapi justru harus sebaliknya. Buat blog supaya benar - benar berisi bukan pura - pura berisi sebab isinya adalah yang paling berpengaruh terhadap keberadaan sebuah blog ketimbang upaya pengoptimalan hal lainnya dalam mesin pencari.

Konten yang dibuat semenarik dan seberguna mungkin, lebih berpengaruh dari pada faktor lainnya (Google Team, 2010 : 14).

Punya blog itu baik dan nilai tambahnya juga banyak. Akan lebih baik lagi kalau pemiliknya punya kebiasaan membaca yang lebih. Yang dibaca bisa apa saja semasih bacaan tersebut mengarahkan pembacanya pada hal - hal positif, jauh dari isu - isu sensitif bersifat negatif. Nenek bilang, "itu bahaya, ba - ha - ya". Selain itu, membaca pikiran juga jangan, itu kurang kerjaan. Sekali lagi, punya blog itu baik dan sangatlah banyak manfaat dan nilai plusnya.

Silakan baca: Kenapa Blog? Inilah Alasan Kenapa Seharusnya Mulai Ngeblog

Buat blog dan membaca, apa kaitannya?

Tentu ada korelasinya dan pastinya ada, bukan mengada - ngada atau sengaja diada - adakan. Setelah buat blog dan berhasil, maka akan berlanjut ke tahap berikutnya yaitu penyetingan. Setelahnya, sesudah penyetelan rampung what's next? Benar sekali, mengisinya. Kalau isinya seputar tips supaya begini dan begitu, tutorials cara membuat ini dan itu tentu akan memerlukan konsep yang baik agar nantinya isi blog bisa dipahami pembaca dengan baik pula.

Setelah konsep didapatkan, akan berlanjut ke konseptualisasi, kemudian pikiran segera membuat naskah lisan terkait ide sesuai konsep. Di sini, kata demi kata mulai dipikirkan, dipilah dan dipilih (diksi) untuk dirangkai menjadi frase, klausa atau kalimat, dan kemudian ditulis. Setelah kalimat - kalimat terangkai akan membentuk paragraf pertama, selanjutnya paragraf kedua, ketiga, dan sampai akhirnya berbentuk teks bacaan atau artikel berupa susunan paragraf - paragraf.

Dalam susunan kalimat atau klausa yang membentuk paragraf tersembunyi sesuatu, seni yang hanya bisa dirasakan setelah membaca suatu bacaan yang disebut seni tulis. Seni yang lahir dari buah pikiran seseorang yang bervariasi. Variasinya bergantung pada kebiasaan dan seberapa sering seseorang membaca. Ini selaras dengan hasil penelitian Simaremare (2011 : 11) tentang Korelasi Kebiasaan membaca Dengan Kemampuan Menulis Artikel Mahasiswa Universitas Negeri Medan yang menyatakan bahwa:

Kemampuan menulis artikel mahasiswa sangat dipengaruhi kebiasaan membaca mereka.

Hal ini dikarenakan setiap kali membaca, kesan terbaik suatu bacaan termasuk pesan, makna, rangkaian, dan kosakata tersalin ke dalam pikiran berupa daya ingat. Lalu, saat mulai menulis pikiran akan mulai meniru, mencoba untuk membuat kesan yang sama atau lebih baik melalui rangkaian kata, frase, klausa atau kalimat baru yang diadaptasi dari bacaan yang pernah dibaca.

Tentu membaca yang dimaksud tidak semata - mata hanya atau sekedar membaca saja, tetapi isi dan inti suatu bacaan juga harus bisa dipahami. Jika sudah seperti itu, barulah kemudian isi dan inti suatu bacaan dapat masuk ke dalam pikiran dan tersimpan dalam ingatan. Selain itu, yang perlu diperhatikan adalah klausa 'pikiran akan mulai meniru', maksudnya adalah proses mengembangkan diri, tetapi tidak sepenuhnya menjadi seperti apa yang ditiru atau dikagumi. Jika tidak, itu sama dengan membohongi diri, tidak mengakui keberadaan atau kemampuan diri sendiri.

Kenapa membaca?

Mirip halnya ketika seseorang ditanya, "kenapa makan dan minum?" Makanan dan minuman adalah untuk pemenuhan kebutuhan, memenuhi asupan gizi dan nutrisi tubuh. Hanya saja, makanan dan minuman lebih condong ke masalah perut sedangkan membaca adalah makanan untuk otak supaya tidak kekosongan ilmu, untuk memperluas wawasan juga pengetahuan biar jadi orang pintar nan bijak.

Dengan membaca kita bisa melihat dunia (shihab dalam Menebar Virus Baca, 2017).

Orang pintar belum tentu karena minum jamu 'tolak - tolakan', yang pastinya karena banyak membaca. Terus ada lagi, 'orang pintar ngapain?' Saya rasa itu pertanyaan yang sedikit keliru. Kenapa keliru?

Bertanyalah pada diri sendiri, "kita bisa apa?" Adakah yang bisa kita perbuat, sesuatu atau hal berguna atau bermanfaat untuk orang lain? Sebab semua kemajuan yang dapat memenuhi kebutuhan dan dirasakan manfaatnya termasuk kebebasan dari rasa terjajah hingga sekarang ini adalah hasil kerja keras dan penemuan orang - orang pintar atas kehendak Tuhan. KKN, teror, dan lain sebagainya tidak termasuk.

Orang - orang yang merusak rumahnya sendiri berarti ada yang tidak beres di kepalanya (Bisri dalam Cerita Dua Sahabat, 2017), orang - orang sakit, sakit jiwa (Shihab dalam Cerita Dua Sahabat, 2017).

Kalau kedua figur seperti Gus Mus dan Quraish Shihab mengibaratkan tanah air sebagai rumah dan ibunya yang harus dijaga dan dirawat dengan baik maka rumah bagi seorang blogger adalah situs web miliknya.

Jadi bisa dikatakan kalau blogger yang mengisi rumahnya dengan artikel curian atau merusak rumah blogger lainnya dengan spamming comments of any kind berarti ada sesuatu yang tidak beres dalam kepalanya, bisa dibilang blogger sakit, tidak waras. Kalau yang buat blog atau pemiliknya saja dasarnya sudah sakit , ya wajar kalau blognya ikut sakit.

Manfaat membaca setelah buat blog

Baca juga: Panduan Lengkap Cara Membuat Blog di Blogspot Blogger

Pada umumnya, kebiasaan membaca akan memberi manfaat untuk siapa saja khususnya bagi mereka yang betul - betul suka atau gemar membaca, itu sudah pasti. Sehubungan dengan hal itu, manfaat membaca kali ini difokuskan untuk para blogger. Namun demikian, ada kemungkinan manfaat membaca berikut ini juga dirasakan oleh pembaca lainnya selain blogger.

1. Memperkaya perbendaharaan atau kosakata

Memang tidak bisa disangkal kalau sering - sering membaca akan memperkaya tumpukan atau kosakata dalam ingatan. Jika kosakata sudah sangat banyak, maka menulis artikel dengan tajuk serupa atau mirip - mirip bukanlah hal yang sulit.

Perbendaharaan atau kosakata dapat ditingkatkan dengan rutin membaca (Tantri dalam Pustaka, 2016 : 27).

2. Memperkaya sumber referensi atau bibliografi

Referensi atau bibliografi juga dapat diperkaya karena keseringan membaca yang nantinya akan digunakan untuk mendasari suatu gagasan atau tuangan ide dalam artikel. Jadi, kalau mau buat blog yang isinya karya - karya ilmiah atau sejenisnya maka yang satu ini musti dikuasai.

  • Referensi dan bibliografi apakah sama?

Pada dasarnya kedua - duanya sama. Sama - sama buku atau bahan bacaan yang boleh dipakai sebagai sumber - sumber pendukung dalam tulisan artikel yang biasa terlampir dalam daftar pustaka. Hanya saja bedanya, yang satunya mencantumkan buku - buku yang dibaca dan dikutip saja, sementara lainnya semua buku atau bacaan yang pernah dibaca entah yang dikutip ataupun tidak tetap dicantumkan selagi masih bertalian dengan judul dan pembahasan dalam artikel.

Semua sumber kutipan yang dimasukkan dalam referensi paling tidak atau sekurang - kurangnya atau minimal sepuluh. Jika yang dikutip tidak cukup sejumlah itu atau banyak kutipan tetapi bersumber pada satu buku saja maka dicukupkan dengan buku - buku yang pernah dibaca dengan mencantumkannya ke dalam bibliografi.

3. Memperluas wawasan dan pengetahuan

Dengan membaca seseorang akan membuka jendela dunia, tempatnya segala pengetahuan sembunyi dan menutup diri. Ia juga enggan memaksa atau menyuruh seseorang menemukan atau mengenalnya.

Bagi mereka yang menjadikan berbagai bacaan sebagai sahabat dekatnya, perlahan - lahan akan membuat sudut pandang mereka terhadap sesuatu, apapun itu, berbeda dengan mereka yang menganggap membaca sebagai momok yang membosankan, dan sangat jauh berbeda bila dibandingkan dengan mereka yang cinta gosip atau tayangan - tayangan yang sebetulnya tidak mendidik. Jadi, sudut pandang yang luas dan kolot akan sangat jelas bedanya.

Di sisi lain, ada orang - orang yang tidak bisa lepas dari buku atau kebiasaan membaca, di mana atau ke mana saja selalu membawa bahan bacaan atau menyempatkan diri untuk membaca. Di toilet sambil membaca koran, berjalan sambil baca buku, duduk - duduk sambil baca kamus, di perpustakaan baca referensi, di ruang seminar baca proposal, di depan umat baca buku agama, dan terakhir ke dukun, "ngapain?", baca garis tangan:)

Untuk orang - orang yang gila membaca, jangan minder atau malu dijuluki Si kutu buku yang identik dengan kacamata super tebal atau kacamata 'pantat botol' sebab negeri ini juga didirikan oleh orang - orang yang gila baca.

Aku rela dipenjara asalkan bersama buku sebab dengan membaca aku bebas (Moh. Hatta).

4.  Membantu menemukan dan mengembangkan ide

Selama menulis, saya tertantang bagaimana sebuah ide dapat direalisasikan dan dikembangkan menjadi sebuah novel. Membaca novel - novel yang tersedia di pasaran membuat saya melihat gagasan pemikiran penulisan seseorang hingga novelnya bisa diselesaikan (Hawa dan Senda, 2011 : 60).

Kesimpulannya, membaca hasil karya tulis orang lain akan membantu seseorang menemukan dan mengembangkan ide dalam menulis karyanya sendiri.

5. Membantu dalam memahami bacaan

Semakin bertambah kosakata yang didapatkan setiap kali membaca akan mempermudah seseorang dalam memahami isi suatu bacaan. Menurut Kamidjan dalam Rahayu (2015 : 17), salah satu aspek yang diperlukan dalam membaca pemahaman adalah kosa kata yang banyak harus dimiliki.

Jadi, sebelum bisa menemukan dan mengembangkan ide sendiri menjadi sebuah artikel, seseorang terlebih dahulu harus bisa memahami isi bacaan milik atau hasil tulisan orang lain, memahami bagaimana orang lain menemukan dan mengembangkan ide - idenya secara tertulis.

6. Meningkatkan kemampuan dan produktivitas menulis

Produktivitas menulis seseorang tetap subur tanpa ada bacaan yang pernah dibaca sama sekali sangatlah mustahil. Kemungkinan yang paling logis adalah Ia telah berbohong (Harefa dalam Hawa dan Senda, 2011 : 15).  Selain itu, kemampuan menulis seseorang juga sangat dipengaruhi oleh kebiasaan baca mereka (Simaremare, 2011 : 11).

Ingin menulis artikel berkualitas tapi tidak suka membaca, ini sama halnya dengan ingin jadi pintar tapi tidak suka belajar, ingin sukses tapi malas.

7. Meningkatkan kualitas konten dan situs web atau blog

Dengan membaca, secara berangsur - angsur akan meningkatkan kualitas tulisan yang dalam hal ini adalah artikel dalam situs web dan kualitas tulisan harus tetap terjaga konsistensinya sebab satu saja ada konten yang tidak berkualitas di dalamnya akan memengaruhi rangking suatu situs web secara menyeluruh. Singhal dalam Forum Webmaster mengatakan bahwa:

Kualitas konten yang rendah pada beberapa bagian dalam sebuah situs akan berdampak pada keseluruhan rangking suatu situs web.

8. Mempermudah konten bersaing di mesin telusur

Kalau sudah rajin membaca, ketika menulis artikel tentu kualitasnya akan baik dan semakin baik kedepannya. Dan kalau sudah begitu, maka tidak perlu kuatir artikel kalah bersaing dengan artikel punya blogger lainnya di mesin telusur.

9. Dst, silakan tambahkan sendiri:)

Kesimpulan

Setelah berhasil buat blog, isilah kontennya dengan artikel - artikel berkualitas dengan memanfaatkan kebiasaan membaca yang Anda miliki. Dengan demikian, kualitas situs web atau blog akan berangsur - angsur mulai terbangun dan bisa dirasakan manfaat keberadaannya kelak.


Maling! Oknum Blogger Pencuri Content Blog

Mei 28, 2017 7 Comments
Maling! Oknum blogger pencuri content blog disebut maling. Mereka adalah tipe yang tidak bertanggung jawab ataupun mengerti artinya kata tanggung jawab. Mereka juga adalah tipe orang - orang yang berbuat seenaknya, sesuka hati main comot artikel blog orang lain tanpa mau tahu dampak yang ditimbulkan akibat tindakannya terhadap blog yang contentnya dicuri, kemudian menyalinnya untuk dijadikan artikel blognya. Salin dan tempelkan, itulah cara kerja mereka. Sangat cepat dan mudah. Mereka bahkan menyalin 'bayangan' artikel blog targetnya (Maaf!).

Artikel yang Dicuri Oknum Blogger Pencuri Content Blog.png


















Semakin tinggi pohon, semakin kencang pula angin menerpanya. Begitu pula halnya sebuah blog, semakin tinggi popularitasnya maka semakin banyak pula masalah yang menghampirinya, dan itu memang sudah seharusnya dan wajar terjadi. Blog dengan popularitas tinggi, pastinya atau besar kemungkinannya dimiliki oleh orang - orang yang berani mengambil resiko, keluar dari zona nyamannya sehingga potensi masalah yang dihadapinya besar namun peluang suksesnya pun besar.

Masalah yang biasanya menimpa blog berpopularitas tinggi dan dianggap biasa oleh pemiliknya karena memang sudah terbiasa mengalaminya, salah satunya yaitu pencurian content. Mau bagaimana lagi, memang rada - rada susah menangani biang masalah yang satu ini, susah sebab sudah membudaya, mendarah-daging, dan beranak pinak. Kalau di-didik malahan bisa - bisa nyerang balik. Ya, begitulah. Begitulah kalau Sumber Daya Blogger (SDB) seseorang yang masih rendah. Sangat - sangat rendah.

Sadar akan kualitas diri sebagai blogger masih rendah tapi tidak mau atau enggan belajar mendidik diri sendiri. Parahnya lagi, sudah jelas - jelas salah malah menganggap dirinya benar. Yang benar disalahkan bagaimana pun caranya, dan yang salah dibenar - benarkan dengan segala cara pembenaran. Kapan bisa maju kalau begitu?

Sebagai blogger,  materi boleh miskin (miskin harta) tapi otak tidak boleh miskin. Otak yang encer adalah modal berharga jika ingin maju dan menjadi blogger sukses. Masalahnya adalah, ingin sukses tapi miskin keduanya. Miskin materi dan otak juga ikut - ikutan miskin. Ditambah lagi tidak ada semangat juang, maka lengkaplah sudah. Ini bisa disebut kemiskinan akut. Saking akutnya, terjadilah pencurian content. Dan lagi, kalau sudah mencapai tahap akhir, "Harap berhati - hati", apapun bisa dicurinya. Jangankan content, pandangpun bisa saja dicurinya, "Curi - curi pandang".:)

Oknum blogger yang otaknya miskin kreativitas, ingin sukses secara instant, tanpa bersusah payah memikirkan atau menulis content untuk mengisi blog miliknya, maka tidak ada jalan atau pilihan lain baginya selain melakukan pencurian content. Yang sangat disayangkan adalah tanpa memberi penambahan atau perubahan berarti sama sekali, apalagi memparafrase. Oleh karena itu, pencuri yang demikian layak disebut "The real maling". Tentu saja, "The maling content".

The maling content ini, kalau cuma dibiarkan begitu saja, takutnya akan semakin merajarela, kian berani unjuk gigi (menunjukkan taringnya), dan akan memancing bermunculannya maling - maling yang lain. Andai kata demikian kejadiannya, akan menyerang mental, meresahkan hati, dan menurunkan semangat kerja keras blogger lainnya.

Sementara blogger yang bekerja dengan jujur mengais rezeki, mencari nafkah, merasa resah hati dan turun semangat menulisnya, si maling justru merasa semakin optimis bahwa mencuri content adalah profesi terbaik yang bisa dilakukannya.

Blog berpopularitas tinggi mungkin menganggap masalah seperti ini sebagai hal yang biasa. Namun tidak demikian halnya dengan Admin. Blog yang saya rintis dari 'nol' yang hingga kini masih 'nol' sebab perbedaan progress-nya masih sangat tipis yaitu dari 'nol kecil' ke 'nol besar' menjadi salah satu korban pencurian content. Ini tidak biasa. Mencuri content dari blog yang sama sekali belum punya pamor. Mau dapat apa coba? Selain dihadiahi artikel ini. Ini pun kalau ada yang baca.

Ceritanya berawal dari setahun yang lalu, pada tanggal 14 Juni 2016 PROGOOGLE SITE  yang adalah blog saya, mempublikasikan artikel berjudul, " Template Simpel atau Majalah: Kalian Pilih yang Mana?". Tentu saja content tidak termasuk dalam kategori pilihan judul artikel tersebut.

Berselang dua bulan lewat delapan hari setelah itu, yaitu pada tanggal 25 Agustus 2016, sebuah blog dengan judul dan cuplikan deskripsi artikel yang sama tertangkap mata dalam indeks Google melalui frasa kunci, "Template simpel atau majalah". Berikut penampakan screen-shotnya:

Blogger Maling.png


Setiap harinya, setelah penat dan lelah menghadapi tantangan rutinitas di dunia nyata, saya selalu berusaha menyempatkan diri mengecek status indeks artikel blog saya di WebMasterTool dan dalam mesin telusur Google. Pada tanggal 28 Mei 2017, artikel yang dicuri oleh oknum blogger tersebut masih ter-indeks, penampakannya pun masih sama seperti yang dulu (masih sama seperti screen-shot terlampir, dan peringkatnya juga tetap berada pada posisi ke-dua melalui frase kunci yang telah saya sebutkan sebelumnya.

Suatu ketika, blog tersebut saya kunjungi. Penasaran apakah isi artikelnya juga sama ataukah tidak. Jika seandainya diparafrase, tentu tidak akan menjadi masalah. Ketika membaca artikelnya, ternyata dan ternyata dijiplak habis - habisan. Dari awal pengantar hingga kesimpulannya. Berikut buktinya saya lampirkan juga:

Artikel yang Dicuri Oknum Blogger.png

Artikel yang Dicuri Maling, Oknum Blogger Pencuri Content Blog.png

Artikel yang Dicuri Maling, Oknum Blogger Pencuri Content Blog.png

Artikel yang Dicuri Maling, Oknum Blogger Pencuri Content Blog.png

Artikel yang Dicuri Maling, Oknum Blogger Pencuri Content Blog.png
Pada bagian pembukaannya, jarak antara judul artikel dan paragraf pengantar pertama sangat mempet atau tanpa spasi. Itu menandakan si pencuri content tidak melakukan editting melainkan sekali salin, ditempelkan, dan langsung dipublikasikan. Kemudian, pada bagian isi dan penutup (kesimpulan) dapat dilihat bahwa tidak ada perubahan atau penambahan. Sempurna, sama persis, sebelum gambar deskripsi artikel tersebut saya ganti menjadi sekarang ini.


Bukti - bukti ini sengaja saya simpan untuk mengantisipasi jika suatu ketika oknum blogger yang mencuri content blog ini menghapus tanggal publikasi artikelnya dan mengklaim bahwa dirinyalah yang terlebih dahulu melakukan publikasi.

Selain itu, untuk sementara ini blog milik si pencuri content masih menggunakan domain versi gratis punya blogspot. Saya ingin melihat, nantinya ketika blogger tersebut menggunakan domain versi berbayar apakah kemudian Google berpaling menuding blog sayalah yang mencuri content, menurunkan peringkat artikel blog saya atau tidak.

Kesimpulan: Oknum blogger pencuri content blog disebut maling, the maling content. Mereka menggunakan segala cara untuk meraih sukses secara instant. Mereka juga adalah tipe yang miskin kreativitas sehingga berusaha mencuri kreativitas orang lain untuk dijadikan sebagai miliknya.