Monday, June 6, 2016

Mature or Immature Blogger: Kalian Termasuk yang Mana?

Mature Blogger.png

Mature blogger itu yang bagaimana? Seseorang yang melalui tahapan atau proses perkembangannya sudah mencapai tingkat kedewasaan atau kematangan dalam pola pikir dan perilaku terkait rutinitasnya sebagai seorang blogger, sedangkan immature blogger sebaliknya.

Tidak ada blogger yang mencapai kematangannya begitu saja tanpa melalui tahapan atau proses pendewasaan. Seperti halnya kupu-kupu, sebelum jadi dewasa harus melalui fase kepompong dan imagonya.

Memang akan sangat terasa bedanya saat pertama kali belajar. Ada error, membuat kesalahan atau keliru itu sudah pasti dan biasa terjadi. Harus bagaimana lagi? semua butuh waktu dan proses tetaplah sebuah proses. Melangkahinya? silakan skip semampunya.

Seiring detik berganti menit, menit berganti jam, berganti hari dan seterusnya dari minggu ke minggu, bulan dan dari tahun ke tahun, blogger yang menggeluti dunianya dengan penuh kesungguhan lambat laun dan mungkin tanpa disadari olehnya akan melewati proses pendewasaan.

Cara mengetahui blogger yang sudah dewasa, masih dalam proses atau belum dewasa bagaimana?

1. Blogging bukan hanya soal uang/money oriented

Mature blogger sadar akan realita kalau dunia blogging tidak selalu bisa memberi apa yang diinginkan atau apa yang menjadi harapannya. Mereka ngeblog karena mereka ingin melakukannya tanpa ada motif atau alasan khusus di baliknya.

Immature blogger cenderung sebaliknya, termotivasi dari apa yang bisa didapatnya dari internet, dibayangi ketenaran dan sukses yang menunggunya di masa depan, menghadiri acara penghargaan dimana semua orang menyaksikannya berbagi kisah sukses lalu disusul applause meriah penonton. Kemudian diakhir acara, berbagi buku gratis.

2. Mengedepankan etika blogger saat blogwalking

Kedewasaan seorang blogger juga nampak jelas saat blogwalking dan caranya berpartisipasi di kolom komentar. Sepantasnya dalam memberi respon pada suatu bacaan, tidak terkesan lebay dan pastinya tidak melakukan spamming.

Sebaliknya, entah karena masih dalam proses pendewasaan atau masih kekanak-kanakan, alakadarnya saja partisipasinya, hanya meninggalkan jejak promosi blog. Ketertarikannya tidak natural pada suatu bacaan.

Walaupun pada dasarnya blogger tahu membedakan yang alami atau hanya modus, biasanya tetap disetujui asalkan bukan spamming comments. Biarkan orang lain yang menilai.

3. Mengedepankan kualitas kata dalam artikel

Tidak ragu menghapus beberapa kata dalam artikel sebab menyadari bukan banyaknya kata yang terpenting tapi seberapa berkualitas kata yang digunakan. Selain itu, mereka menulis untuk menyenangkan pembaca bukannya mesin pencari.

Bagi mereka yang sudah dewasa jumlah kosa kata tidaklah begitu penting, menulis disesuaikan dengan kemampuannya. Kalau mau sebenarnya bisa tapi mereka berhenti dijumlah tertentu, 400, 500 atau 700 kata cukup yang penting kualitasnya.

Sedangkan immature blogger masih antusias menulis contents untuk pujaan hatinya, mesin pencari. Mengukur tobat para pembaca dengan artikel yang panjangnya bisa sampai lima ribu kata atau bahkan lebih. Memaksakan supaya laman web atau blognya nampak penuh.

4. Tidak selalu terpaku pada ikhtisar blog

Mature blogger biasa lupa melihat statistik pengunjung. Kalaupun ingat, sekali atau dua kali sehari sudah lebih dari cukup dan itupun kalau sempat, kalau tidak? check di lain waktu juga tidak masalah baginya. Umumnya, mereka tidak selalu terpaku pada ikhtisar blog.

Beda halnya kalau sampai berkali-kali dalam sehari, beda tipis sama yang namanya doyan. Lalulintas pengunjung turun, posting artikel baru. Masih turun juga? posting lagi. Lagi dan lagi, terus begitu sampai akhirnya curhat.

5. Berdoa, berusaha dan sabar menunggu

Blog baru seumur jagung, jumlah artikel 5 mixed niche, unique visitor nihil, statistik judulnya "Up and Down", ada laman yang masih kosong pula, lantas daftar adsense, maklum habis baca artikel soal blog dan uang. Balasannya, "Terr..laa..lu! Jangan pusingkan soal iklan, luangkanlah waktu menulis content".

Bisa disebut dewasa? oh..tidak bisa..blogger dewasa tidak hanya sabar selama tiga atau enam bulan saja tapi tahunan. Tiga bekal yang dibawanya dari dunia nyata yaitu do'a, usaha dan kesabaran.

6. Tidak terobsesi dengan black hat SEO

Blogger dewasa tidak begitu terobsesi dengan yang disebut seo apalagi black hat seo tapi lebih mengedepankan Pedoman Webmaster sesuai petunjuk Google. Menulis genuine artikel yang fresh dan berkualitas adalah fokus utamanya sebab itulah praktek seo yang terbaik.

Sebaliknya, immature blogger masih belajar praktek atau cara yang terkesan ingin membodohi mesin telusur Google yang notabene dibuat oleh pakar terbaik dunia, walaupun memang belum 100% atau sepenuhnya sempurna karena sejauh ini belum ada yang mengklaimnya demikian.

7. Memikirkan masa depan blog/webnya

Mature blogger cenderung memikirkan masa depan blog atau website yang dibangunnya, mengisinya dengan long term artikel, menimbang-nimbang apa yang harus dan apa yang tidak boleh dilakukan. Sebisa mungkin menghindari praktek-praktek yang bisa mengancam kelangsungan hidup blog atau websitenya dikemudian hari.

Immature blogger tentu belum berpikir seperti itu, berbuat apa saja untuk menggapai visinya. Kalau blog diblokir toh masih bisa buat yang baru. Belum terpikir olehnya apa itu masa depan blog atau bagaimana jadinya nanti melainkan apa yang terjadi maka terjadilah tanpa berpikir panjang.

8. Menjunjung tinggi sportivitas/fair play

Apa ada template dengan auto generated content? supaya tidak perlu repot lagi copy and paste. Mungkin ada juga yang seperti ini, blogger ini adsensenya sukses bisa meraup ribuan dollar sebulan, saya klik saja iklannya ribuan kali biar dibanned sekalian, atau masih ada yang berpikir membobol password wifi orang lain?

Hal semacam itu tidak pernah terlintas di pikiran blogger dewasa sebab pola pikirnya sudah matang dan tercermin dalam tindakan. Mereka sportif dalam bersaing, tidak curang apalagi mengambil sesuatu yang bukan haknya, "No! Stealing is wrong".

Ada yang mengatakan:
The more you take the less you have". Semakin banyak yang Anda ambil semakin sedikit yang Anda dapat

9. Tidak begitu merisaukan tampilan blog

Tampilan blog tidaklah begitu penting walaupun membuatnya supaya terlihat bagus juga perlu, tapi seperlunya saja. Mereka yang dewasa tidak begitu merisaukan tampilan blog tapi lebih mengutamakan fungsi dan kualitas sebab desain bukan hanya bagaimana tampilannya, tapi bagaimana efektivitasnya.

10. Blogger dewasa berani berkata jujur

Hanya blogger dewasa yang berani berkata jujur. Tidak perduli sepahit atau seburuk apa keadaan yang akan dihadapinya mereka tetap akan berkata jujur sebab kejujuran akan melahirkan kepercayaan.

Akhir kata, penulis sepenuhnya menyadari dan mengakui saya sendiri juga belum dewasa sebagai blogger sebab tulisan blog ini masih mengadaptasi beberapa artikel milik blogger lainnya, masih berpikir suatu saat blog bisa menghasilkan uang, sering melihat statistik dan masih perlu banyak belajar, menambah wawasan juga pengalaman. Kalian bagaimana?

Kesimpulan

Dibalik kedewasaan seorang blogger ada sebuah proses yang mau tidak mau harus dijalani dan akan dilewati. Tiba waktunya nanti, proses akan menuntun langkah dan pola pikir seseorang menjadi pribadi yang lebih baik, dewasa sepenuhnya sebagai blogger.

Di atas kertas menjadi blogger dewasa mudah, namun implementasinya belum bisa dipastikan. Do'a, usaha dan kesabaran adalah kuncinya.

Terima kasih telah membaca artikel kami. Apa artikel ini membantu? Suarakan opinimu di sesi komentar ya..:)

4 comments:

  1. Saya lagi menuju mature blogger hasil nggak hasil yang penting bisa nulis dan memberi manfaat buat orang lain

    ReplyDelete
    Replies
    1. Masih tergolong immature blogger atau belum dewasa sebenarnya tidak ada masalah mas Dwi, itu cuman masalah waktu. saya sendiri masih di level immature. Masih jauh dari yang namanya mature blogger:)

      Delete
  2. Kalau saya mah mbak lebih memilih no 3, alasannya karena apabila tulisan kita bagus, rapih, dan mengandung arti kata yang bisa bermanfaat untuk orang lain maka bukan tidak mungkin artikel yang kita akan disukai oleh orang lain.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mengedepankan kualitas artikel memang penting, mesin pencari cuma media untuk pengguna. Benar mas,membuat tulisan supaya disukai pembaca memang musti diutamakan. Inilah salah satu pertanda mature blogger:)

      Delete


EmoticonEmoticon