Social Items


Tips SEO Blog Dalam Menghadapi Algoritma Google.png

Dalam dunia internet dikenal sebutan SEO atau Search Engine Optimization, yang secara istilah berarti proses untuk memengaruhi tingkat visibilitas sebuah situs web pada hasil pencarian alami (pencarian tak berbayar atau non-iklan) di mesin pencari seperti Google.

Atau secara sederhana bahwa SEO merupakan sebuah proses optimasi keterlihatan sebuah situs web di halaman mesin pencari. Adapun pengoptimalan ini dilakukan agar pengguna internet dapat lebih mudah menemukan data yang mereka cari. Sedangkan bagi penyedia data, optimasi pencarian ini dilakukan agar orang-orang mudah menemukan konten yang kita sediakan.

Dalam algoritma mesin pencari dalam hal ini Google kita bisa melihat perbedaan yang cukup besar antara situs web yang melakukan SEO dengan yang tidak. Jika kita mengetikkan kata kunci di dalam kolom pencarian Google, hasil pencarian teratas pada halaman yang terbuka terbagi dalam dua jenis; SEO, dan non-SEO.

Sebuah halaman web non-SEO bisa mendapatkan posisi paling atas di halaman pertama mesin pencari, tatapi biasanya pengelola halaman tersebut harus membayar sejumlah uang terlebih dahulu untuk beriklan. Jika tidak, tanpa upaya optimasi, ia tidak akan bisa menempati posisi tersebut. Adapun halaman web yang menggunakan teknik SEO bisa mencapai posisi strategis di halaman pertama mesin pencari tanpa harus membayar iklan.

Kelebihan Halaman SEO

halaman web yang dioptimasi memiliki kesempatan untuk berada di halaman pertama mesin pencari. Jika sudah berada di posisi tersebut sesuai kata kunci target, halaman tersebut bisa ditampilkan terus menerus sampai ada halaman lain yang SEO-nya lebih optimal. Dampaknya, web tersebut berpotensi mendapatkan banyak pengunjung karena berada paling depan.

Tidak perlu membayar untuk bisa ditampilkan pada halaman terdepan. SEO membantu otoritas halaman yang ditampilkan, baik itu berupa blog pribadi, situs perusahaan, toko online, dan sebagainya.

Kekurangan SEO

Membutuhkan waktu agar bisa tampil di halaman depan mesin pencari Google. Karena pengoptimalan SEO tidak berbayar, maka pengelola halaman hanya bisa mengandalkan pengoptimalan kata kunci agar sesuai dengan algoritma Google.

Persaingan yang lebih tinggi. Semakin banyak halaman yang SEO-nya lebih optimal, semakin besar pula kemungkinan web Anda tergeser pada halaman mesin pencarian.

Kekurangan Halaman Non-SEO

Untuk bisa berada di halaman teratas, dibutuhkan pembayaran untuk iklan. Jika hal ini dilakukan pada halaman komersil, artinya tuntutan untuk balik modal akan lebih besar. Jika batas waktu iklan habis, halaman akan ditarik dari barisan teratas.

Karena Google sendiri merupakan perusahaan penyedia mesin pencari dengan kredibilitas yang tinggi, tentu pekerjaan menambal lubang dan pengembangan beragam fitur akan terus dilakukan. Salah satunya ialah dengan memperbaharui algoritma mesin pencarian mereka, sehingga konten yang dicari bisa lebih tersaring dan sesuai dengan target si pengetik kata kunci.

Algoritma diprogram sebagai robot yang akan menelusuri dan menyingkirkan halaman-halaman web yang dianggap 'cacat'. Google tidak sungkan menyingkirkan situs-situs yang menggunakan cara-cara curang untuk berada di halaman-halaman terdepan hasil pencarian. Bisa dibilang jahat? Sebenarnya ada kata sifat yang lebih tepat; tegas!

Lalu, apa saja yang perlu dilakukan agar terhindar dari robot pemburu bernama Algoritma Google ini?

1. Patuhi Aturan. 

Yang paling penting bagi kita sebagai pengguna layanan ialah mengikuti peraturan yang diberlakukan. Sejumlah pakar SEO berani mengatakan untuk tidak mengkhawatirkan hal ini secara berlebihan, dengan catatan pengelola halaman mengikuti peraturan yang dibuat.

Peraturan ini bisa berupa konten yang bersih tanpa melanggar hukum, tidak berupa hasutan atau ajakan membenci, tidak didapat dari hasil copy paste, melanggar hak cipta, dan sebagainya.

2. Mobile Friendly

Meskipun poin ini terdengar tidak begitu perlu dilakukan, mengupayakan agar halaman situs atau blog menjadi lebih mudah diakses secara mobile, secara tidak langsung akan membuat Google berpikir bahwa kita sedang menjalankan atau mengelola halaman dengan serius. Tidak hanya itu, kita juga bisa membuat pengunjung yang datang betah dan nyaman.

3. Kuantitas Konten

Jumlah konten yang tersedia pada halaman situs atau blog harus cukup. Hal ini beralasan. Algoritma Google bekerja dengan 'membanding-bandingkan' halaman demi halaman berdasarkan 'tingkat keseriusan' dari halaman tersebut. Sederhananya, semakin serius sebuah halaman dikelola, semakin cukup konten yang tersedia di sana.

4. Kualitas Konten

Kualitas dan kuantitas sudah seharusnya berbanding lurus. Dengan menyediakan konten yang bermutu baik, Algoritma Google yang bekerja mencari halaman 'cacat' akan menyingkirkan halaman kita dari daftar buruannya.

Langkah dalam membuat konten bermutu tidak hanya dengan menuangkan ide secara cerdas dan matang ke dalam posting-an, tapi juga terkait dalam hal pengoptimalan kata kunci.

Beberapa cara yang bisa dilakukan ialah dengan meriset kata kunci yang akan disisipkan dalam konten, mengunjungi halaman-halaman yang sudah lebih dulu dimuat, lalu melakukan studi atas konten dan penempatan kata kunci dalam halaman tersebut.

Jika upaya-upaya SEO di atas sudah dilakukan, kemungkinan halaman situs atau blog yang Anda kelola berhadapan dengan robot penyingkir Google akan lebih kecil. Selamat mencoba.



Tips SEO Blog Dalam Menghadapi Algoritma Google


Tips SEO Blog Dalam Menghadapi Algoritma Google.png

Dalam dunia internet dikenal sebutan SEO atau Search Engine Optimization, yang secara istilah berarti proses untuk memengaruhi tingkat visibilitas sebuah situs web pada hasil pencarian alami (pencarian tak berbayar atau non-iklan) di mesin pencari seperti Google.

Atau secara sederhana bahwa SEO merupakan sebuah proses optimasi keterlihatan sebuah situs web di halaman mesin pencari. Adapun pengoptimalan ini dilakukan agar pengguna internet dapat lebih mudah menemukan data yang mereka cari. Sedangkan bagi penyedia data, optimasi pencarian ini dilakukan agar orang-orang mudah menemukan konten yang kita sediakan.

Dalam algoritma mesin pencari dalam hal ini Google kita bisa melihat perbedaan yang cukup besar antara situs web yang melakukan SEO dengan yang tidak. Jika kita mengetikkan kata kunci di dalam kolom pencarian Google, hasil pencarian teratas pada halaman yang terbuka terbagi dalam dua jenis; SEO, dan non-SEO.

Sebuah halaman web non-SEO bisa mendapatkan posisi paling atas di halaman pertama mesin pencari, tatapi biasanya pengelola halaman tersebut harus membayar sejumlah uang terlebih dahulu untuk beriklan. Jika tidak, tanpa upaya optimasi, ia tidak akan bisa menempati posisi tersebut. Adapun halaman web yang menggunakan teknik SEO bisa mencapai posisi strategis di halaman pertama mesin pencari tanpa harus membayar iklan.

Kelebihan Halaman SEO

halaman web yang dioptimasi memiliki kesempatan untuk berada di halaman pertama mesin pencari. Jika sudah berada di posisi tersebut sesuai kata kunci target, halaman tersebut bisa ditampilkan terus menerus sampai ada halaman lain yang SEO-nya lebih optimal. Dampaknya, web tersebut berpotensi mendapatkan banyak pengunjung karena berada paling depan.

Tidak perlu membayar untuk bisa ditampilkan pada halaman terdepan. SEO membantu otoritas halaman yang ditampilkan, baik itu berupa blog pribadi, situs perusahaan, toko online, dan sebagainya.

Kekurangan SEO

Membutuhkan waktu agar bisa tampil di halaman depan mesin pencari Google. Karena pengoptimalan SEO tidak berbayar, maka pengelola halaman hanya bisa mengandalkan pengoptimalan kata kunci agar sesuai dengan algoritma Google.

Persaingan yang lebih tinggi. Semakin banyak halaman yang SEO-nya lebih optimal, semakin besar pula kemungkinan web Anda tergeser pada halaman mesin pencarian.

Kekurangan Halaman Non-SEO

Untuk bisa berada di halaman teratas, dibutuhkan pembayaran untuk iklan. Jika hal ini dilakukan pada halaman komersil, artinya tuntutan untuk balik modal akan lebih besar. Jika batas waktu iklan habis, halaman akan ditarik dari barisan teratas.

Karena Google sendiri merupakan perusahaan penyedia mesin pencari dengan kredibilitas yang tinggi, tentu pekerjaan menambal lubang dan pengembangan beragam fitur akan terus dilakukan. Salah satunya ialah dengan memperbaharui algoritma mesin pencarian mereka, sehingga konten yang dicari bisa lebih tersaring dan sesuai dengan target si pengetik kata kunci.

Algoritma diprogram sebagai robot yang akan menelusuri dan menyingkirkan halaman-halaman web yang dianggap 'cacat'. Google tidak sungkan menyingkirkan situs-situs yang menggunakan cara-cara curang untuk berada di halaman-halaman terdepan hasil pencarian. Bisa dibilang jahat? Sebenarnya ada kata sifat yang lebih tepat; tegas!

Lalu, apa saja yang perlu dilakukan agar terhindar dari robot pemburu bernama Algoritma Google ini?

1. Patuhi Aturan. 

Yang paling penting bagi kita sebagai pengguna layanan ialah mengikuti peraturan yang diberlakukan. Sejumlah pakar SEO berani mengatakan untuk tidak mengkhawatirkan hal ini secara berlebihan, dengan catatan pengelola halaman mengikuti peraturan yang dibuat.

Peraturan ini bisa berupa konten yang bersih tanpa melanggar hukum, tidak berupa hasutan atau ajakan membenci, tidak didapat dari hasil copy paste, melanggar hak cipta, dan sebagainya.

2. Mobile Friendly

Meskipun poin ini terdengar tidak begitu perlu dilakukan, mengupayakan agar halaman situs atau blog menjadi lebih mudah diakses secara mobile, secara tidak langsung akan membuat Google berpikir bahwa kita sedang menjalankan atau mengelola halaman dengan serius. Tidak hanya itu, kita juga bisa membuat pengunjung yang datang betah dan nyaman.

3. Kuantitas Konten

Jumlah konten yang tersedia pada halaman situs atau blog harus cukup. Hal ini beralasan. Algoritma Google bekerja dengan 'membanding-bandingkan' halaman demi halaman berdasarkan 'tingkat keseriusan' dari halaman tersebut. Sederhananya, semakin serius sebuah halaman dikelola, semakin cukup konten yang tersedia di sana.

4. Kualitas Konten

Kualitas dan kuantitas sudah seharusnya berbanding lurus. Dengan menyediakan konten yang bermutu baik, Algoritma Google yang bekerja mencari halaman 'cacat' akan menyingkirkan halaman kita dari daftar buruannya.

Langkah dalam membuat konten bermutu tidak hanya dengan menuangkan ide secara cerdas dan matang ke dalam posting-an, tapi juga terkait dalam hal pengoptimalan kata kunci.

Beberapa cara yang bisa dilakukan ialah dengan meriset kata kunci yang akan disisipkan dalam konten, mengunjungi halaman-halaman yang sudah lebih dulu dimuat, lalu melakukan studi atas konten dan penempatan kata kunci dalam halaman tersebut.

Jika upaya-upaya SEO di atas sudah dilakukan, kemungkinan halaman situs atau blog yang Anda kelola berhadapan dengan robot penyingkir Google akan lebih kecil. Selamat mencoba.



No comments


Mohon Untuk Tidak Menulis Komentar SPAM. Terima Kasih:)