Menulis Artikel SEO Seperti Menulis Essay

Menulis Artikel SEO Seperti Menulis Essay


Artikel SEO berarti artikel yang menurut penilaian atau penjurian Google pantas atau layak mengamankan posisinya untuk bertengger atau nangkring di urutan # 1 dan di halaman # 1 berdasarkan kesesuaian kata atau frase kunci dan hasil uji kualitasnya dalam berbagai hal baik on page atau off page.

Asal menulis artikel atau posting saja tidaklah cukup, apalagi zaman sekarang yang katanya zaman now pastinya kompetisi kian menantang, bukan hanya di dunia real saja, tapi juga di internet. Nulis atau postingnya apa saja sih sudah betul, tapi ya setidak - tidaknya jangan ngasal sampai sebegitunya. Mana ada blogger sukses usahanya asal - asalan, "nulis ga nulis yang penting posting".

Untuk itu, mari perlahan - lahan kita coba penulisan artikel SEO yang nampak mudah dengan gaya essay.

Artikel SEO seperti essay itu yang bagaimana?

Beberapa pakar ada yang berpendapat bahwa artikel SEO yang baik itu minimal terdiri dari 500 kata, lebih dari itu pastinya lebih baik. Jika jauh lebih pendek atau kisarannya hanya kurang lebih 150 kata itu bukan essay tapi paragraf, sedangkan essay panjangnya bisa mencapai kurang lebih 500 kata yang terdiri dari beberapa paragraf. Ini selaras dengan Karim dan Rachmadie yang menyatakan bahwa:

A paragraph usually consists of approximately 150 words while an essay of more or less 500 words. A paragraph writting consists of just one paragraph while an essay writting consists of severals paragraphs.

Kalau memang seperti itu, maka ada beberapa bagian yang perlu dicermati dalam penulisan artikel SEO yang baik untuk Google maupun untuk pembaca. Oshima (1981: 77) dan Langan (1986: 10) dalam Karim dan Rachmadie membagi sebuah essay menjadi tiga bagian utama yaitu paragraf pembuka, inti atau badan essay dan penutup atau kesimpulan.

Nah, di dalam tiga bagian essay tersebut kita dapat dengan leluasa menyematkan fokus kata atau frase kunci yang sesuai. Seperti itulah kiranya artikel SEO yang dimaksud, fokus kata atau frase kuncinya terpenuhi dan standar minimal essaynya juga terpenuhi.

1. Paragraf pembuka


Dalam penulisan artikel SEO tentu ada paragraf pembuka sama halnya pada sebuah essay. Paragraf pembuka musti diawali dengan beberapa kalimat yang dapat menarik minat pembaca dan di dalamnya ada ide utama atau controlling idea yang akan dikembangkan ke dalam sebuah essay. Misalkan judul artikelnya seperti ini:

Kelebihan dan Kekurangan Hidup di Abad ke 12

Maka thesis statement dalam paragraf pembukanya seperti ini:

I. Hidup di abad ke 12 menawarkan kelebihan tertentu seperti standar hidup yang lebih tinggi, tetapi  juga memiliki beberapa kekurangan, seperti polusi lingkungan dan melemahnya nilai - nilai spiritual.

Sebagai kelebihan hidup di abad ke 12 dalam thesis statement adalah standar hidup yang lebih tinggi, sementara kekurangannya adalah polusi lingkungan dan melemahnya nilai - nilai spiritual.

Tiga point - point pendukung utama tersebut masih sangat umum dan masih bisa dibagi menjadi beberapa sub - sub point yang lebih sempit lagi untuk dijelaskan di dalam badan paragraf sehingga nantinya artikel bisa menjadi lebih panjang dan peluang menyematkan fokus kata atau frase kunci juga lebih banyak supaya artikel menjadi lebih SEO. Selain itu, cara ini sangat cocok untuk menyiasati trend artikel panjang.

Thesis statement dalam paragraf pembuka memegang peranan yang sangat penting bagi sebuah artikel karena yang ada di dalamnya adalah ide utama atau fokus essay yang berfungsi sebagai pemandu untuk pembaca sebab topik dan point - point yang akan dibahas di dalamnya disebutkan dengan jelas. Yang tidak kalah penting, jangan lupa untuk menyematkan fokus kata atau frase kunci di awal atau di tengah atau dibagian akhirnya, dan kalau bisa, apa yang menjadi ide utama atau fokus essaynya adalah kata atau frase kunci itu sendiri.

2. Inti atau badan essay

Beberapa essay setidak - tidaknya punya dua point - point pendukung yang panjangnya dikembangkan lebih dari dua paragraf - paragraf terpisah yang disebut inti atau badan essay.

Seperti dalam thesis statement atau thesis sentence ada tiga ide utama atau fokus dalam Kelebihan dan Kekurangan Hidup di Abad ke 12 yang masih sangat umum menjadi lebih sempit lagi seperti dalam draft atau outline berikut ini:

II. Kelebihan hidup di abad ke 12 yaitu standar hidup yang lebih tinggi

     A. Lebih banyak uang untuk sedikit kerja keras
        1. Banyak pekerja kantoran dibanding buruh kasar
        2. Gaji atau upah yang lebih tinggi
        3. Meningkatnya pelayanan pemerintah
           a. Keamanan sosisal
           b. Asuransi disabilitas

    B. Harapan hidup yang lebih panjang
       1. Penanganan kesehatan yang lebih baik
          a. Banyak rumah sakit, dokter dan perawat
          b. Kemajuan dalam teknologi medis
       2. Perkembangan nutrisi
       3. Lebih banyak waktu luang

    C. Kenyamanan moderen
      1. Komunikasi
         a. Telepon
         b. Radio dan televisi
      2. Mesin pembantu rumah
         a. Mesin cuci
         b. Vacum cleaner
      3. Transportasi yang lebih cepat

III. Kekurangan pertama hidup di abad ke 12 yaitu meningkatnya polusi lingkungan

     A. Polusi udara
        1. Asap
        2. Radio aktif nuklir

     B. Polusi air
        1. Limbah kimia pabrik
           a. Ikan mati
           b. Sumber air minum terkontaminasi
        2. Tumpahnya minyak kapal
        3. Saluran pembuangan dari kota

IV. Kekurangan kedua hidup di abad ke 12 yaitu melemahnya nilai - nilai spiritual

     A. Budaya materialistis
     B. Kepercayaan ada di dalam science dan juga agama

Sumber outline: Oshima (1981:8687) dalam Karim dan Rachmadie.

Wah, jadi lumayan panjang ya draft badan essay yang cuma terdiri dari tiga point - point pendukung utama saja, bagaimana kalau lebih dari tiga? ya bisa lebih panjang lagi:)

Nantinya, paragraf - paragraf yang ada dalam badan atau inti essay ditulis sesuai dengan draft atau outline tersebut, dan jika merasa artikelnya sangat panjang untuk dituliskan dalam satu halaman web maka bisa dibagi menjadi tiga halaman melalui beberapa laman tambahan dan link internal sehingga bisa meningkatkan page view. Selain itu, mengaitkan link internal dengan topik artikel yang selaras membuat artikel menjadi lebih SEO karena membantu pembaca menemukan atau menavigasi artikel yang mereka cari.

3. Paragraf kesimpulan

Paragraf kesimpulan berisi rangkuman tentang apa yang dituangkan dalam thesis statement atau thesis sentence, point - point pendukung utama, atau yang menjadi subjek dalam essay secara singkat atau gampangnya clossing statement dari sebuah topik yang di bicarakan atau dibahas. Contoh paragraf kesimpulan sesuai thesis statement dan point - point pendukung utama yang sudah dijelaskan tadi sebagai berikut:

V. Kesimpulannya, walaupun abad ke 12 tentunya memberi kita banyak kelebihan dengan membuat kita menjadi lebih kaya, lebih sehat dan lebih bebas menikmati hidup, namun menurut pendapat saya, tidak membuat kita menjadi lebih bijak. Abad ke 12 juga membuat bumi kita menjadi lebih kotor dan nilai - nilai spiritual dalam hidup kita menurun.

Anyway, kalau kita perhatikan artikel - artikel SEO yang muncul paling tidak di halaman # 1 mesin telusur dan apalagi yang dapat posisi # 1, selain artikel - artikelnya benar - benar membantu, draft atau outline artikelnya juga sangat baik. Entah mereka membuat draftnya lebih dulu sebelum menulis atau mereka menulisnya begitu saja?

Kesimpulan

Artikel SEO penulisannya mirip seperti menulis essay yaitu ada paragraf pembukanya, ada inti atau badan paragrafnya dan tentu ada kesimpulannya. Karena dalam penulisannya yang begitu komplex, sebaiknya sebelum menulis artikel buatlah draft atau outlinenya terlebih dahulu agar pembahasan artikel menjadi lebih terarah dan pastinya lebih SEO.


Berlangganan update artikel terbaru via email:

13 Responses to "Menulis Artikel SEO Seperti Menulis Essay"

  1. Wah tema baru nih...
    Apa kabar mbakyu..? Baik kan?

    ReplyDelete
  2. Ternyata nulis artikel blog itu tidak beda dengan nulis essay ya.. Baru tahu mbak..?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Artikel SEO kalau dipadukan dengan keahlian writting akademic dan pengetahuan penggunaan fokus kata atau frase kunci bisa dan pengetahuan SEO lainnya besar kemungkinan menjadikan seorang blogger bisa sukses. Itu teori di atas kertas ya..:)

      Delete
  3. Oky met ngeblog sukses selalu semoga mendarat dengan selamat.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terimakasih..alhamdulilah saya kabar baik, sukses juga ya buat trikposnya.

      Delete
  4. haha bener banget mbak seperti nulis essay.. tapi kalau saya tidak terlalu menggubris soal itu

    ReplyDelete
  5. Maunya sih seperti itu Mba...tapi kalau saya yg penting ada manfaatnya dulu baru dipas pasin seonya mentok paling kw pd judul,kw pargraf pertama + gambar deh selebihnya terantung kebtuhan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Itulah yang terpenting Mas Dwi, yang bikin artikel jadi SEO atau tidaknya adalah manfaatnya. Selebihnya adalah persoalan teknisnya, misalkan saja penulisan yang gaya essay, akan membuat pembaca bisa menerka apa saja yang akan dibahas dalam artikel. Selain itu, kita sebagai penulis juga semakin terarah melalui outline yang dibuat terlebih dahulu:)

      Delete
  6. saya nih asal nulis aja soalnya memang kurang mengerti tata bahasa kang

    kudu banyak belajar disini agar artikelku nangkring di halaman 1

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau nulis artikelnya asal - asalan berarti tidak SEO, ya tidak mungkinlah visitornya ribuan gitu ko. Pastinya masih banyak yang belum saya tau tapi Kang Yanto sudah kuasai:)

      Delete
  7. Kebetulan saya masih baru dalam ngeblog, jadi saya perlu artikel ini, ijin bookmark ya gan!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bang Dzaky senior saya dalam hal ngeblog, saya tahu itu. Iya, silakan dibookmark, semoga bermanfaat dan terimakasih:)

      Delete


Mohon Untuk Tidak Menulis Komentar SPAM. Terima Kasih:)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel